71 Santri Keracunan Makanan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com –  Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung merilis jumlah korban keracunan makanan di Pondok Pesantren Miftakhul Roshidin, Cekelan Lingkungan Madureso mencapai 71 santri.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sukamsih mengatakan hasil penyisiran sampai Senin malam total terdapat 71 santri  menderita keracunan.  Mereka menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, serta sebagian rawat jalan. "RSUD merawat 47, PKU Muhammadiyah 3, RS Gunung Sawo 11 dan Puskesmas Selompampang 1," jelasnya, Selasa (26/11/2019).

Baca juga :

Puluhan Santriwati Ponpes Miftakhul Roshidin Temanggung Keracunan
Santriwati Ponpes Miftahul Roshidin Mondok di RS

Mereka, katanya mengkonsumsi makanan yang disediakan di koperasi pondok pesantren Minggu dan beberapa jam setelah itu mulai merasa pusing mual dan diare. Perkembangan terakhir kondisi kesehatan korban sudah mulai membaik, namun masih diperlukan perawatan agar kondisinya semakin baik.

Bupati Temanggung Al Khadziq menghimbau pada masyarakat terutama pelaku industri makanan olahan untuk menggunakan bahan-bahan yang sehat, hindari bahan-bahan berbahaya dan kadaluarsa agar tidak mencelakai orang lain, berupa keracunan makanan. "Gunakan bahan sehat, berbahaya dan kadaluarsa agar tidak mencelakai orang lain seperti yang terjadi sekarang ini," kata Al Khadziq.

Dia mengatakan kejadian diare di pondok pesantren Miftakhul Roshidin, Cekelan Lingkungan Madureso Kecamatan Temanggung berdasar laporan yang diterimanya dari dokter dan direktur RSUD Temanggung disebabkan keracunan makanan, yang dikonsumsi santri. "Yang terjadi di ponpes memang murni keracunan makanan. Saya suadah mendapat laporan dari para dokter dan direktur rumah sakit bahwa murni keracunan makanan," katanya.

Maka itu agar tidak kembali terulang keracunan, pemerintah akan intensifkan pembinaan pada masyarakat, terutama pelaku makanan olahan di kalangan pondok pesantren, industri kecil dan industri rumah tangga.

Dia mengatakan tidak mungkin melarang industri kecil membuat makanan atau semuanya harus terdafar di pemerintah dengan standar baku yang jelas. Sebab pelakunya masyarakat sendiri, tetapa perlu dihimbau untuk mengolah dengan cara dan bahan yang digunakan sehat agar tidak mencelakai orang lain. (Osy)

BERITA REKOMENDASI