851 KK Segera Nikmati Kucuran Air Bersih

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sebanyak 851 Kepala Keluarga (KK) di lima desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Magelang, akan segera menikmati kucuran air bersih dari pipa sambungan air (SR) melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Dirjen Cipta Karya Direktorat Pengembangan Air Minum. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dalam penyediaan air bersih bagi warga pedesaan.

“Tahun 2018 ini, ada lima desa yang airnya sudah siap mengalir ke setiap rumah warga, karena pembangunan instalasi pipa air hampir selesai. Setidaknya ada 851 KK yang akan segera menikmati air bersih itu,” kata PPK Satker PSPAM Strategis  Kementerian PUPR, Meina Woro Kustinah, pada Sosialisasi SPAM Desa Rawan Air di Kabupaten Magelang, Selasa (02/10/2018).

Hadir dalam Sosialisasi Desa Rawan Air Bersih yang berlangsung di Kantor DPU Kabupaten Magelang, antara lain anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi, Sekretaris DPU PR Kabupaten magelang, Eddy Siswantoro ST, Kepala Desa (Kades) dan perangkat desa penerima manfaat, anggota Dewan Perwakilan Desa (DPD) serta tokoh masyarakat, termasuk rekanan yang mengerjakan proyek penyediaan air bersih.

Disebutkan Meina, lima desa yang penerima manfaat program itu terdiri dari Desa Mangunsidi di Kecamatan Pakis, Desa Gunungsari di Kecamatan Windusari, Desa Kleteran dan Ngasinan di Kecamatan Grabag dan Desa Sukomakmur di Kecamatan Kajoran. “Kini program ini sudah mendekati 45 persen, diharapkan akhir 2018 sudah selesai, dan warga bisa menikmati air bersih. Sedangkan untuk program 2019, ada lima desa yang diusulkan. Terkait hal ini, diharapkan desa yang hendak menerima itu mulai mempersiapkan lokasi dan sumber mata airnya,” ungkapnya.

Ke lima desa yang akan mendapatkan manfaat air minum pada tahun 2019, meliputi Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar. Desa Selomoyo, Kecamatan kaliangkrik, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Desa Kaliyoso, Kecamatan Windusari dan Desa Mgablak, Kecamatan Ngabak.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi menjelaskan, bagi Kepala Desa (Kades)  yang mendapatkan manfaat program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Dirjen Cipta Karya Direktorat Pengembangan Air Minum tahun 2019, harus mempersiapkan diri, terutama likasi sumber mata air, serta dokumen pendukung.

“Karena program SPAM sangat penting, mengingat kebutuhan air bagi warga lebih utama dibandingkan kebutuhan makan. Untuk itu, program peningkatan air minum ini menjadi prioritas bagi warga yang berada di daerah rawan air bersih, maka program air bersih menjadi tanggung jawab kepala desa,” kata Sudjadi. (Bag)

BERITA REKOMENDASI