9 Obwis di Kebumen Pendapatannya Semakin Menurun, Apa Sebabnya?

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Jumlah pengunjung dan pendapatan 9 obyek wisata 
yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen di tahun 2019 
menurun dibanding tahun 2018.

"Jumlah pengunjung di tahun 2018 mencapai 1.079.169 orang, sedangkan di tahun 2019 hanya 941.393 orang. Adapun jumlah pendapatan di tahun 2018 mencapai Rp 9,234 miliar lebih. Sedangkan di tahun 2019 menurun menjadi Rp 8,411 miliar lebih," ujar Bendahara Penerimaan Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen, Syamsul Hidayat MI, di ruang kerjanya, Senin (06/01/2020).

Jumlah pengunjung dan pendapatan di tahun 2019 tersebut menurut Syamsul merupakan hasil penghimpunan laporan dari pengelola 9 obyek wisata tersebut hingga 31 Desember 2019. 

Adapun 9 obyek wisata tersebut adalah Gua Jatijajar, Pantai Logending, Gua Petruk, Pantai Petanahan, Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang, Pemandian Air Panas Krakal, Pantai Suwuk dan Pantai Karangbolong. 

Dari pendapatan sebesar Rp 8,411 miliar lebih, Gua Jatijajar meraup pendapatan terbesar yaitu Rp 4,102 miliar, disusul Pantai Suwuk sebesar Rp 1,453 miliar di peringkat kedua. 

"Ditilik dari sisi target pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 9,886 miliar, berarti realisasi pendapatan sebesar Rp 8,411 miliar tersebut tidak mencapai target," jelas Syamsul.

Berbeda halnya di tahun 2018 lalu, dari target pendapatan sebesar Rp 7,412 miliar ternyata berhasil terlampaui hingga 120 persen dari target dengan jumlah pendapatan mencapai Rp 9,234 miliar.

Penyebab penurunan jumlah pengunjung maupun pendapatan tersebut hingga
Senin (06/01/2020) masih dievaluasi. Namun berdasarkan data, diantara 9 obyek wisata tersebut ternyata hanya 2 obyek wisata, yaitu Gua Jatijajar dan Pantai Karangbolong yang berhasil mencapai target pendapatan. 

Sedangkan di tahun 2018 lalu, ada 6 obyek yang berhasil mencapai target dan 3 obyek tak mencapai target yaitu Pantai Logending, Gua Petruk dan Waduk Wadaslintang.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI