Ada Balkonjazz Festival 2022, Pedagang Pasar Balkon Kelarisan

Editor: Agus Sigit

MAGELANG, KRJOGJA.com – Ajang musik bergengsi Balkonjazz Festival 2022 bakal berlangsung  Sabtu (14/5/2022). Sederet artis dan musisi dihadirkan untuk menyemarakkan festival musik setelah bertahun-tahun tidak diperbolehkan adanya pementasan akibat Pandemi Covid-19.

Balkonjazz Festival 2022 yang diadakan di Balkondes PGN Karangrejo Borobudur Magelang ini tidak hanya disambut antusiasme penonton namun warga sekitar utamanya kaum ibu-ibu perajin makanan lokal.

Apalagi selama ajang Balkonjazz Festival 2022 ini warga sekitar yang ingin berjualan diberikan tempat puluhan stand di depan pintu masuk sehingga ribuan penonton berkesempatan membeli aneka kuliner yang dijajakan warga sekitar.

Salah satu ibu-ibu yang membuka stand di Pasar Balkon, Hartati (56) mengaku tak ingin lewatkan kesempatan emas berjualan di Pasar Balkon. Pasalnya dipastikan produk aneka keripik produksinya yang berlabel “Eco” ini bakal laris manis.

Ia menjual 4 jenis keripik yakni Peyek Kacang, Peyek Kacang Hijau, Keripik Bayam dan Keripik Tempe. Keripik dikemas kurang lebih 500 kilogram.

“Dari sekian ini Peyek Kacang best sellernya. Paling senang kalau ada even seperti ini karena biasanya dagangan selalu laris manis,” ucap ibu 3 anak yang sudah 9 tahun menekuni usaha produksi keripik ini.

Jika rata-rata perhari bisa menjual kisaran 10 kilogram keripik saat ada even seperti Balkonjazz Festival 2022 ia menyiapkan lebih dari 100 kilogram keripik untuk dikemas.

Senada, Mukiban (39) warga Karangrejo penjual keripik Jet Kolet mengaku 15 tahun menggantungkan hidup dari berjualan Jet Kolet. Dengan Jet Kolet ia bisa menghidupi 3 anak.

“Dengan adanya Balkondes PGN Karangrejo maka Jet Kolet bisa dikenal dan berkah tersendiri bagi produsen dan penjual Jet Kolet seperti saya,” jelasnya.

Harga perbungkus 100 gram cukup murah yakni Rp10.000 sehingga seringkali saat ada even tertentu ia mampu menjual 1.000 bungkus.

Untuk produksi Jet Kolet menggunakan 2 tahap yakni memakai tungku kayu dan gas bumi.

“Jelas irit memakai gas bumi daripada gas elpiji. Tiap bulan dengan produksi lumayan banyak saya hanya menghabiskan Rp100 ribu/bulan,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI