Ada Upaya Mempolitisasi Pemuda Pancasila

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemuda Pancasila (PP) yang selama ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, dan bukan organisasi sayap partai politik (Parpol) manapun, mulai digoyang. Bahkan muncul organisasi tandingan yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART organisasi, dan di Kabupaten Purworejo telah menyelenggarakan  musyawarah cabang luar biasa (Muscablub) dengan sebagian nggotanya dari kader parpol.

“Ini tidak hanya di Purworejo, di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah juga terjadi seperti itu. Ini saya melihat ada upaya  menyeret PP ke pusara politik,” kata Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Purworejo Najib Ali Syahbal di Markas MPC PP setempat, Senin (30/9).

Najib Ali Syahbal yang masa jabatannya baru akan selesai bulan Desember 2019 mendatang, tiba-tiba ada Muscablub PP yang menghasilkan ketua baru, Sujito. “Muscablub ini dasarnya apa juga tidak ada dalam AD/ART,” tandas Najib Ali Syahbal.

Terlebih para pengurus dari hasil Muscablub itu juga bukan orang-orang PP, yang mestinya untuk menduduki kepengurusn ada syarat tertentu. “Di situ saya melihat banyak pengurus yang berasal dari parpol. Ini menunjukkan bahwa PP akan diseret ke pusara politik,” katanya saraya menambahkan, hingga kini pihaknya masih memegang SK kepemimpinan yang dikeluarkan dari MPW PP Jawa Tengah.

Sebelumnya sebagai juru bicara dari kubu Sujito, Kiswanto mengaku Muscablub yang diselenggarakan itu sudah direstui oleh MPN dan MPW. Bahkan MPW menyempatkan hadir dalam acara tersebut. “Muscablub ini legal. MPN merestui, dan ada perwakilan MPW yang hadir dan membuka acara,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI