ADD 2018 Menurun, Perangkat Desa Kebumen Resah

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN (KRJOGJA.com) – Para perangkat desa di Kebumen kini resah menyusul penetapan Alokasi Dana Desa (ADD) 2018 dalam APBD 2018 Kebumen yang hanya Rp 127 miliar atau menurun dari ADD tahun 2017 yang sebesar Rp 130 miliar.

"Mereka resah karena penurunan ADD itu berpengaruh terhadap penghasilan mereka. Berdasarkan aturan, 60 % dari nilai ADD digunakan untuk kesejahteraan perangkat desa  dan 40 % untuk dana operasional pemerintahan desa. Dengan penurunan ADD 2018 tersebut, maka berdampak pada penurunan penghasilan mereka juga," ujar Kabid Pendapatan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Serta Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (Dispermades P3A) Kebumen, Herlina Januarita, di ruang kerjanya, Kamis (22/02/2018).

Keresahan perangkat desa dari 449 desa di 26 kecamatan di Kebumen tersebut disampaikan kepada Dispermades P3A Kebumen baru-baru ini.

" Dalam aspirasi itu mereka mengharapkan ADD 2018 dinaikkan lagi menjadi Rp 130 miliar. Mereka tak berambisi agar ADD 2018 dinaikkan menjadi di atas Rp 130 miliar, sebab bagi mereka yang penting nilainya harus sama dengan ADD 2017 yaitu Rp 130 miliar," jelas Herlina.

Terhadap aspirasi tersebut, Dispermades P3A Kebumen lalu berkoordinasi dengan Tim Anggaran  eksekutif maupun DPRD Kebumen. Hasilnya, aspirasi tersebut disetujui dan ADD 2018 Kebumen  akan ditambah sebesar Rp 3 miliar menjadi Rp 130 miliar pada APBD Perubahan 2018 Kebumen mendatang.

Namun tak hanya ADD 2018, Dana Desa (DD) 2018 bagi Kabupaten Kebumen yang berasal dari APBN 2018 juga menurun dibanding 2017. DD 2018 bagi Kebumen besarnya Rp 350 miliar, sedangkan DD 2017 Rp 359 miliar. Namun penurunan DD 2018 tersebut tak diprotes oleh para perangkat  desa di Kebumen, karena seluruh dananya harus digunakan untuk pembangunan desa, tak boleh untuk yang lain.

" Penyebab penurunan DD karena berubahnya rumus atau sistem pembagiannya, bukan oleh penurunan nilai APBN. Tahun 2018 anggaran DD untuk seluruh Indonesia mencapai Rp 65 triliun atau sama dengan DD tahun 2017," jelas Herlina. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI