Addie MS Memukau di Glamping De Loano

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Badan Otorita Borobudur (BOB) menghadirkan konduktor ternama Addie MS untuk tampil di Glamping De Loano, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Sabtu (9/11) sore.

Addie MS berkolaborasi dengan orkestra Sekolah Menengah Musik (SMM) Kasihan Bantul Yogyakarta dalam konser bertajuk Pagelaran Musik Biru itu.

 Addie MS dan 45 pemusik SMM membawakan kurang lebih 13 lagu aransemen hingga bisa memukau sekitar 500 pengunjung yang hadir. Konser berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.30.

Pagelaran diselenggarakan sore hari untuk mendapatkan suasana syahdu menjelang petang di hutan pinus De Loano. "Kami menyuguhkan pagelaran yang unik dan ekslusif, dimana untuk memanjakan penonton, disiapkan sound sistem berkekuatan 25 ribu watt," kata project manager konser Ravie Syarief, kepada KRJOGJA.com, usai konser.

Cuaca cerah mendukung seting panggung yang dibuat penyelenggara. Addie MS memandu orkestra di panggung alam, sementara ratusan penonton duduk mengelilingi lokasi pentas itu. Tidak ada keriuhan ketika orkestra membawakan lagu demi lagu. Tepukan meriah baru membahana setelah lagu selesai dibawakan.

Selain sebagai konduktor, Addie MS juga memberikan motivasi dan coaching clinic

singkat kepada musisi orkestra serta pengunjung yang hadir di De Loano.

Pengunjung konser Agung Wibowo mengatakan, konser dalam areal hutan adalah yang pertama di Purworejo. Selain menyuguhkan hiburan, katanya, konser juga menjadi wahana edukasi, transfer ilmu dan motivasi bagi para talenta seni muda. "Addie MS juga mengedukasi pelaku musik, tidak hanya pemain orkestra, juga semua yang hadir. Saya berharap kegiatan serupa dengan menghadirkan artis terkenal, diselenggarakan rutin, sehingga destinasi wisata Purworejo semakin dikenal," paparnya.  

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB Agus Rochiyardi mengatakan, konser mengambil tema Paduan Belantara Pinus, Langit Biru dan Indahnya Musik Nusantara. Hutan, katanya, adalah kekuatan dan bagian dari konsep pengembangan De Loano. "Sejak mulai dibangun sampai sekarang, tidak satupun pohon ditebang karena pinus jadi bagian masterplan pengembangan kita. Konser pun melibatkan hutan karena kami yakin kolaborasi seni dan alam, menjadi perpaduan yang sangat menarik," tegasnya.

Konser tersebut merupakan upaya BOB dalam menarik investor untuk menanamkan modal mengembangkan kawasan otoritatif. "Ini langkah kami untuk meyakinkan para calon investor bahwa kawasan Menoreh layak dikembangkan menjadi tempat pariwisata yang menarik," ungkapnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI