‘Boyongan’ Pedagang Pasar Kaliangkrik Lancar

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRjogja.com) – Kalau biasanya pindahan pedagang pasar ke pasar penampungan atau sementara selalu ada ‘masalah’, namun berbeda dengan yang terjadi di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Boyongan pedagang di pasar tradisional diwilayah ini, berlangsung lancar dan aman. Sebelumnya, pasar ini akan dibangun pada tahun 2018 ini.

“Pedagang disana sangat berbeda dengan yang lain. Mereka sangat mendukung akan dibangunnya pasar ini. Bahkan mereka rela untuk pindah sementara waktu dilokasi pasar penampungan atau sementara dengan aman dan lancar,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) dan UMKM Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis Msi, Kamis (25/01/2018).

Disampaikan, pada saat boyongan pedagang yang dimulai Jumat hingga Kamis (19-25/01/2018) ini, berlangsung aman, lancar dan kondusif. Para pedagang secara suka rela bersedia pindah ke lokasi pasar sementara karena pasar lama akan dibangun. Sebelumnya, pindahan pedagang diawali dengan Mujadahan di lokasi pasar penampungan tak jauh dari pasar lama dan dihadiri seluruh pedagang, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pemuda setempat serta sejumlah anggota TNI dan Polri.

Baca Juga: 

Angkat Topi! Meski Dibubarkan, Walikota Ini Nekad Pertahankan Layanan Autis
Mayat Wanita di Waduk Cengklik, Sadis..Ada Sundutan Rokok di Bagian Terlarang
Apa Kabar Doni Tata? Ini Targetnya di Trial Game
Pasar Sukorejo Akan Dipoles, Wuih..Ini Total Anggarannya
 

Dalam mujadahan Selasa (23/01/2018) kemarin, disampaikan jika pembangunan pasar penampungan ini mengusung konsep gotong royong. Dimana anggaran untuk pembangunan pasar penampungan tidak seluruhnya menggunakan anggaran disdagkop dan UMKM saja, melainkan gotong royong bersama dinas lain.

“Mujahadah dan gotong royong sangat penting dalam upaya membangun kebersamaan guna mencapai suatu tujuan. Karena mujahadah adalah upaya batin melalui spiritual dengan doa permohonan kepada sang pencipta dengan harapan dikabulkan apa yang menjadi maksud dan tujuannya. Sedangkan gotong royong merupakan ikhtiyar bersama secara lahir guna mencapai maksud tujuan yang diharapkan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pasar Kaliangkrik termasuk besar dengan jumlah pedagang mencapai sekitar 1500 orang. Untuk pasar penampungan sendiri, seharusnya menghabiskan anggaran Rp 8 Miliar, namun hanya tersedia Rp 4,5 M. Tak heran, di pasar penampungan ini masih banyak saran dan prasarana yang kurang, seperti belum ada Mushola, kamar mandi, tempat parkir, kondisi jalan yang masih rusak dan lainnya. Namun kekurangan itu, telah dicukupi berkat gotong royong sejumlah pihak. Hingga kini, dari 1500 pedagang, yang sudah menempati pasar penampungan mencapai sekitar 1400 pedagang atau sekitar 90 persen. (Bag)

BERITA REKOMENDASI