Agar Tetap ‘Gaul’, Pejabat di Pemkot Magelang Diminta Memanfaatkan TI

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Magelang diminta memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI) agar mengetahui aspirasi dan respon masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Magelang Drs Sugiharto di forum pengukuhan dan pembekalan Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Utama dan Pembantu pada OPD dan BUMD di lingkungan Pemerintah Kota Magelang. Pengukuhan dilaksanakan di Aula Adipura Kencana Pemerintah Kota Magelang, Kamis (29/3/2018).

Sugiharto menambahkan, seluruh pejabat di Kota Magelang hendaknya bisa mengikuti media sosial. Mengingat, dari media sosial, mereka bisa mengetahui berbagai aspirasi, masalah, dan kejadian di Kota Magelang.
Apalagi, menurutnya, saat ini adalah era keterbukaan informasi publik. Sehingga, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan dan menyampaikan informasi.

"Untuk meresponnya, kita harus tahu media sosial. Banyak masukan yang disampaikan melalui media sosial, dan tentunya harus kita respon dengan baik dan cepat. Namun dengan catatan, sumber informasinya harus jelas. Apalagi kini banyak info yang berbau hoax, kita harus cerdas mengantisipasinya," kata Sugiharto.

Selain itu, dia juga berpesan agar pejabat di Kota Magelang tidak anti kritik terhadap berbagai masukan dan respon dari masyarakat. "Jangan anti kritik terhadap berbagai masukan dan respon masyarakat terhadap penyelenggaraan kebijakan pemerintah daerah. Kita harus belajar mendengarkan masyarakat. Justru masukan dari masyarakat bisa menjadi bahan evaluasi terhadap berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintah,“ katanya.

Sebagai pengguna media sosial, utamanya twitter sejak tahun 2011, Sugiharto menegaskan bahwa respon cepat menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melayani masyarakat. Setiap masukan harus segera ditindaklanjuti dan dijawab sebagai bukti maka hasil tindaklanjut juga perlu di-upload di media sosial.

Lebih lanjut Sugiharto juga mengingatkan bahwa website yang dimiliki oleh pemerintah daerah, khususnya yang dikelola OPD dan BUMD, jangan dibiarkan kosong, harus di-update dan diisi informasi-informasi terkini. “Dapat memberikan manfaat baik bagi pemerintah maupun kepada masyarakat dalam rangka penyebarluasan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan pemerintah daerah,” tambah Sugiharto.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominsta) Kota Magelang Drs Catur Budi Fajar S MM menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dari para pengelola layanan keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kota Magelang.  

Ada dua agenda yang dilaksanakan Diskominsta, yaitu pengukuhan PPID Utama dan Pembantu di Lingkungan Pemkot Magelang sebanyak 35 orang. Sedangkan agenda yang kedua penandatanganan komitmen bersama  dalam rangka pelaksanaan pembangunan Kota Cerdas, penanganan pengaduan masyarakat dan satu data Indonesia.

Lebih lanjut Catur mengatakan PPID Utama dan Pembantu yang baru saja dikukuhkan diberikan pembekalan langsung oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah FX Agung Handoko SSos. Tujuannya agar mereka mengetahui tugas dan kewajibannya sebagai PPID Utama dan PPID Pembantu. “Jangan sampai mereka menjadi PPID Utama dan Pembantu, namun tidak tahu apa yang menjadi tugasnya berkaitan dengan pengelolaan penyediaan informasi bagi publik,” jelas Catur.(Tha)

 

BERITA REKOMENDASI