Agri – Flori Magelang 2019, Ada Kontes Nasional Aglonema

MAGELANG, KRJOGJA.com – 23 stand produk pertanian binaan, 27 stand multi-produk, dan 35 stand kuliner menyemarakkan Agri-Flori Expo Magelang 2019 yang dilaksanakan di Gedung A Yani Kota Magelang, 20-23 September 2019. Pameran ini dibuka Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT dengan memukul alat musik Tifa dengan didampingi beberapa pihak, termasuk Ketua DPRD Kota Magelang, Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Wakil Walikota Magelang, Sekda Kota Magelang maupun lainnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang Eri Widyo Saptoko mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi pertanian perkotaan, seperti tanaman hias, anggrek, pembudidaya ternak, perikanan dan pengrajin olahan makanan produk pertanian dengan kosep bursa dan pameran. 

Kegiatan yang dilaksanakan 3 hari ini juga untuk memvasilitasi dan mempromosikan pelaku budi daya dan pelaku usaha binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang agar lebih dikenal masyarakat umum, dan juga dalam rangka memperkuat branding di Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga. 

Di forum ini juga akan dilaksanakan Kontes Nasional Aglonema II, Minggu (22/9/2019). Peserta yang telah mengkonfirmasi diantaranya dari Provinsi Jawa Timur, seluruh Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, DKI Jakarta, Banten dan Sumatera Utara. Agri-Flori Expo tahun ini bertemakan "Modernisasi Pertanian Kota Magelang sebagai Upaya Mewujudkan Petani yang Lebih Sejahtera". 

Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian RI Dr Liferdi SP MSi di forum diantaranya mengatakan kalau biasanya lebih kepada pemerataan, hampir seluruh Daerah Tingkat II ada kegiatan, walaupun kecil-kecil, namun mendatang akan dicoba dikembangkan kawasan yang skala ekonomi.

Di Provinsi Jawa Tengah ada 9 Daerah Tingkat II yang akan dijadikan sentra buah-buahan, baik berupa manggis, mangga, durian, serta sentra tanaman hias. Untuk kota, lanjutnya, pilihan komoditinya lebih cocok berupa flori, tanaman hias, karena kota itu butuh keindahan. Karena pengembangan kedepan nantinya berskala ekonomi, dan kalau bisa juga dapat diekspor.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan dukungan daerah atau para kepala daerah yang memiliki komitmen, kalau ada daerah yang memiliki komitmen untuk siap menjadi sentra buah-buahan, akan dikontrak. Sejak awal nantinya akan dirancang untuk ekspor. Kota Magelang memiliki potensi di bidang flori yang luar biasa, minimal untuk konsumsi internal.

Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT menyampaikan terima kasihnya kepada Direktur Buah dan Flori atas fasilitasinya atau peluang-peluang sebagai sentra bunga atau buah, dan meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang dan jajarannya untuk merumuskannya dengan baik. Walaupun tidak sebagai penghasil, tetapi sebagai tujuan, seperti halnya Singapura, sehingga pergerakan ekonominya akan semakin dirasakan masyarakat. "Kecil potnya, tetapi tanamannya langka," kata Walikota Magelang.(Tha)

BERITA REKOMENDASI