Air Waisak Disemayamkan di Candi Mendut

MAGELANG, KRJOGJA.com – Rangkaian kegiatan puja bakti mewarnai proses pensakralan air Waisak yang diambil dari umbul Jumprit Temanggung. Puja bakti dilaksanakan di depan altar yang ada di halaman Candi Mendut Magelang, Kamis (16/5/2019) sore. Usai disakralkan oleh para Bhikkhu Sangha dan Rohaniwan, Majelis-Majelis Agama Buddha dan LKBI, air Waisak kemudian disemayamkan di dalam Candi Mendut. 

Kedatangan rombongan pembawa air dari Jumprit disambut Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Dra S Hartati Murdaya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Buddha Kementerian Agama RI Caliadi SH MH maupun lainnya. Sebelum disemayamkan di dalam Candi Mendut, dilakukan pradaksina mengelilingi Candi Mendut.

Ketua Umum DPP Walubi mengatakan air dari umbul Jumprit Temanggung ini nantinya akan dibawa ke Candi Borobudur melalui suatu prosesi yang dilaksanakan Sabtu (18/5/2019) siang mendatang untuk menjadi salah satu sarana puja Waisak Nasional bersama-sama api alam yang diambil dari Mrapen Grobogan. Air ini juga akan dibagikan kepada umat Buddha sebagai simbul kesejukan, kemurnian, kesucian, kesehatan dan kesejahteraan. 

Rangkaian kegiatan sebelumnya berupa bakti sosial pengobatan gratis yang dilaksanakan di Taman Lumbini kawasan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Selasa dan Rabu (14-15/5/2019). Ada sekitar 8 ribu orang mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Magelang, tetapi juga 
ada yang berasal dari luar Magelang. 

Jumat (17/5/2019) besok dilaksanakan pengambilan api alam di Mrapen Grobogan, untuk kemudian dibawa ke Candi Mendut Magelang untuk disemayamkan. Minggu (19/5/2019) pagi pukul 04.11" di pelataran barat Candi Borobudur dilaksanakan kegiatan memperingati detik-detik Waisak 2563 BE/2019, diantaranya dengan meditasi menyambut datangnya detik-detik Waisak.(Tha)

BERITA REKOMENDASI