Aisyah Kawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRjogja.com) – Perfoma Art mahasiswa UMM menutup peringatan 16 hari anti kekerasan perempuan dan anak yang digelar Pimpinan Daerah Aisyah (PDA) Kabupaten Magelang), bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang. Sebelumnya sekitar 1000 peserta dari perwakilan sejumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah mulai tingkat SMP hingga SMA/SMK diwilayah ini, mengikuti jalan santai dan talk show di halaman Kantor PDM setempat, Selasa (13/12/2016).

Peringatan 16 hari anti kekerasan perempuan dan anak ini, dimulai dengan sarasehan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rabu (07/12/2016) silam. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kekerasan yang dialami perempuan dan anak. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin mengawal dan mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual yang saat ini masih dibahas pemerintah dan DPR RI,” kata Ketua PDA Kabupaten Magelang, dra Nida Ul Hasanah, disela-sela talk show.

Tujuan dari kegiatan ini, lanjut Nida Ul Hasanah, diantaranya meningkatkan pemahaman masyarakat sipil, pejabat, tokoh masyarakat, tentang isu kekerasan terhadap perempuan dan anak diwilayah ini. Kemudian, mendorong disahkannya RUU penghapusan kekerasan seksual perempuan. Sedang latar belakang kegiatan ini, adalah semakin maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak, kurangnya kepedulian warga (korban, keluarga dan masyarakat) untuk melapor terhadap tindak kekerasan pada perempuan dan anak,” jelasnya.

Dalam talk show tadi, hadir sebagai nara sumber meliputi Sekretaris PDM Kabupaten Magelang, Drs HM Nasirudin, H Budaya dari Majelis Disdakmen PDM dan Dian Wulandari dari Bapermaspuan dan KB Kabupaten Magelang. “Kader muhammadiyah yang baik itu harus memiliki jiwa kreatif, aktif, dinamis/bergerak, elastis namun pemikirannya radikal. Arti radikal ini adalah memiliki iman dan keyakinan yang kuat,” kata Nasirudin. (Bag)

 

BERITA REKOMENDASI