Akhirnya, Air Waduk Sempor Dialirkan

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Setelah tertunda hampir 4,5 bulan, akhirnya air Waduk Sempor dialirkan ke jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Sempor di 8 kecamatan di Kebumen.

“Pengaliran dilakukan Kamis, 13 Februari 2020 sore, dalam kondisi  elevasi Waduk Sempor mencapai 64,40 meter dpl dan volume efektif 22,134 juta meter kubik,” ujar Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan  Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat ST, di ruang kerjanya, Senin (17/02/2020).

Pengaliran dilakukan pasca Rakor Alokasi Air WadukSempor di Balai  Pengelolaan Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk Ulo Kutoarjo, Rabu  (12/02/2020) lalu. Tujuannya, bukan hanya untuk menyelamatkan Musim Tanam (MT) I 2019/2020 yang memang sudah tertunda hampir 4,5 bulan sejak 1 Oktober 2019 lalu. “Namun juga untuk mendorong petani yang masih membiarkan lahannya ‘bero’ atau tidur agar tergugah untuk segera mengolah tanah sawah mereka,” ujar Supangat.

Menurut Supangat luas sawah yang berada di DI Sempor mencapai 6.478 hektar di Kecamatan Sempor, Gombong, Buayan, Rowokele, Kuwarasan, Karanganyar, Adimulyo dan Sruweng. Namun diantara 6.478 hektar sawah tersebut, 2.618 hektar sudah ditanami oleh petani dengan sumber air berasal dari bendung-bendung kecil yang berada di beberapa sungai pada Januari 2020 lalu.

Diantaranya, Bendung Sindut, Rowokawuk dan Kejawang. Selain itu, ada 2.821 hektar sawah yang sudah diolah tanahnya oleh petani dengan pengairan secara mandiri menggunakan mesin penyedot air.

“Dengan demikian, hingga 16 Februari 2020 kemarin masih ada 1.039 hektar sawah yang ‘bero’. Dengan air waduk ini diharapkan sawah bero tersebut segera digarap oleh pemiliknya,” ujar Supangat. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI