Akibat Kekeringan, Hanya Panen Sekarung Gabah

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sejumlah petani di Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo mengeluhkan dampak musim kemarau. Sulitnya mendapat air menyebabkan tanaman padi tidak tumbuh sempurna. Akibatnya produksi gabah anjlok. 

"Sawah saya seluas 900-an meter persegi paling hanya menghasilkan sekarung gabah, tidak lebih dari 50 kilogram," kata petani di Desa/Kecamatan Bagelen, Bambang Edi, kepada KRJOGJA.com, Rabu (3/7/2019). 

Bambang dan petani lainnya kesulitan air karena sawah mereka merupakan tadah hujan. Sistem irigasi yang dibangun pemerintah tidak mampu mengairi karena sungai yang berhulu di Bukit Menoreh, kering memasuki kemarau. 

Sebagian petani menggunakan pompa air dan sumur bor untuk mencukupi kebutuhan sawah mereka. Namun petani bermodal terbatas, katanya, memilih pasrah. Bahkan ada yang membiarkan tanaman padi terbengkalai. "Mau bikin sumur bor biayanya mahal, pompa juga tidak punya, jadi ya pasrah saja. Tapi untung tanam padinya agak awal sehingga sempat berbulir dan bisa dipanen," terangnya. 

Pada kondisi normal, sawah itu menghasilkan sembilan karung gabah atau kurang lebih 400 kilogram. "Tapi kali ini mendingan, jika dihitung saya rugi, tapi lebih baik bawa pulang hasil daripada padi dibiarkan puso," paparnya. 

Bambang berharap pemerintah membangun sistem irigasi untuk mencukupi kebutuhan petani. Pemerintah, katanya, pernah membuat pompa suplesi menyedot air Sungai Bogowonto, namun gagal beroperasi. "Dulu pernah ada, tapi tidak berhasil, harapan kami dibangun lagi dan dipersiapkan betul sehingga berhasil dan membantu kami," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI