Aksi Tipu-tipu Calo PNS Terungkap, Mantan Sekcam Ditangkap

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Diduga melakukan tindak penipuan dengan dalih proses rekrutmen CPNS Tahun 2012 lalu, AT (64) warga Salaman Kabupaten Magelang, yang juga mantan Sekretaris Kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang, ditangkap tim Polsek Salaman di rumah istri sirinya di daerah Yogyakarta.

Dari perbuatan ini AT berhasil menerima uang sampai ratusan juta rupiah. Uang tersebut ada yang dipergunakan untuk proses pencalonan sebagai anggota legislatif di Kabupaten Magelang Tahun 2014 lalu dan ada juga yang dipergunakan untuk membeli sepeda motor.

Hal ini dibenarkan Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK kepada wartawan di Polres Magelang, Selasa (16/7/2019). Didampingi Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Bayu Puji Hariyanto SH SIK MH, Kapolsek Salaman Iptu M Sodik dan Kasubbag Humas Polres Magelang Iptu Tugimin, Kapolres Magelang mengatakan ratusan juta rupiah yang diterima AT tersebut berasal dari beberapa orang yang menjadi korbannya.

Terbongkarnya kasus ini setelah ada salah satu korban yang berasal dari Cilacap Supriyono menyampaikan laporannya ke Polsek Salaman Magelang pada awal Tahun 2019. Tim Unit Reskrim Polsek Salaman kemudian melakukan penyelidikan, yang kemudian melakukan penangkapan AT di rumah istri sirinya di wilayah Yogyakarta, pertengahan Juli 2019 lalu.

Kepada seorang warga di Kecamatan Kajoran Magelang, AT pernah mengatakan kalau ada orang yang berminat menjadi PNS, ia bisa membantunya dengan tanpa tes. Suatu ketika warga di Kajoran tersebut menghubungi AT untuk memberitahu kalau ada saudaranya dari Cilacap, Supriyono, yang berminat meminta tolong anak dan saudaranya menjadi PNS. Supriyono juga ingin bertemu AT di rumahnya untuk membicarakan hal ini.

Pada akhir Juni 2012 lalu Supriyono bersama istri dan saudaranya datang ke rumah AT. Saat itu AT sempat mengatakan kalau ada lowongan di sebuah instansi di Yogyakarta, dan lowongan di Samsat Jawa Tengah. Juga dijelaskan jika lulusan S1 dananya Rp 100 juta, kalau lulusan SMA dananya Rp 60 juta. AT juga meminta uang yang sudah dibawa warga Supriyono sebagai uang tanda jadi terlebih dahulu, sedang sisanya bisa diberikan lain hari. Setelah berembug dengan istrinya, Supriyono menyerahkan uang Rp 85 juta dengan 2 kuitansi bermeterei (kuitansi pertama Rp 51.500.000,- dan kuitansi kedua Rp 33.500.000,-). Kuitansi tersebut diberikan Supriyono. AT juga meminta Supriyono untuk mengumpulkan fotokopi ijasah, fotokopi KTP, fotokopi Akta Kelahiran serta 2 lembar pas foto anak dan saudaranya yang berminat menjadi PNS dengan ukuran 4 X 6.  

Beberapa bulan kemudian, tepatnya di Bulan September 2012 lalu, AT kemudian telepon kepada Supriyono agar menyiapkan uang kekurangannya, dengan harapan pendaftaran anak dan saudaranya dapat segera diproses. Akhir Bulan September Supriyono dan istrinya kembali datang ke rumah AT dan menyerahkan uang Rp 20 juta dengan 2 kuitansi masing-masing tertuliskan angka Rp 10 juta. Pada awal April 2013 juga ditransfer uang Rp 20 juta ke rekening tabungan AT, pada pertengahan Bulan September 2014 kembali ditransfer Rp 40 juta. Setelah itu Supriyono sering telepon AT untuk menanyakan perkembangan, yang dijawab masih dalam proses.

Setelah ada laporan dari warga Cilacap tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Salaman melakukan penyelidikan, yang kemudian pada pertengahan Bulan Juli 2019 lalu berhasil menangkap AT di rumah istri sirinya di wilayah Yogyakarta. Setelah dilakukan pengembangan, AT juga melakukan aksi dengan modus yang sama terhadap 3 warga Kecamatan Kajoran Magelang, masing-masing membayar Rp 85 juta, Rp 65 juta dan Rp 65 juta serta seorang warga Kecamatan Salaman Magelang yang membayar Rp 65 juta. Selain juga ada warga Kota Magelang dan warga Kecamatan Borobudur Magelang, yang masing-masing jumlahnya berbeda. (Tha)

 

 

BERITA REKOMENDASI