Aktivitas Penambang Ancam Situs Liyangan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung dibuat geram dengan aktifitas penambangan galian c di lingkungan Situs Liyangan di lereng Gunung Sindoro Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo Temanggung. Pasalnya longsoran material tak jarang menutup temuan hasil ekskavasi.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto mengatakan telah berulangkali menyampaikan pada instansi terkait untuk penanganan penambangan di sekitar Situs Liyangan. "Efek dari penambangan adalah adanya longsor materaial yang menutup temuan hasil ekskavasi," katanya di Temanggung, Rabu (14/09/2016).

Ia mengatakan, Pemkab dan Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir mengeluarkan dana ratusan juta rupiah untuk ekskavasi yang diperuntukkan mengungkap Situs Liyangan yang merupakan peninggalan mataram Hindu. Temuan, selain berupa peralatan rumah tangga juga struktur bangunan dan lahan pertanian pada waktu tersebut.

Timbunan, ungkapnya membuat pihaknya sibuk melakukan ekskavasi ulang yakni mengeruk timbunan material yang menutup temuan. Padahal, penambangan galian c sudah dihentikan beberapa waktu lalu, namun kini kembali terjadi. “Kami harap ada penanganan dari Instansi terkait dengan penambangan ini. ini jelas ilegal," katanya.

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno menyatakan akan perintahkan dengan instansi yang berwenang untuk secepatnya menangani penambangan galian c. Sebab penutupan dibutuhkan untuk kelancaran ekskavasi dan erat kaitannya dengan pembangunan museum kepurbakalaan di sekitar situs kuno tersebut. "Penambangan sebagai sebuah perusakan atau ekspolitasi alam," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI