Aktualisasikan Nilai Gus Dur Lewat Pameran Lukisan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kondisi bangsa yang banyak diterpa berbagai berita bohong hingga isu keagamaan, membuat Jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo prihatin. Mereka pun mencoba mengaktualisasikan ajaran Almarhum KH Abdulrahman Wahid atau Gus Dur kepada masyarakat. 

Jaringan Gusdurian meyakini, nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa. "Kami coba terapkan ajaran itu lewat pameran lukisan, rangkaian diskusi, kolaborasi seni lintas agama dan doa kebangsaan bertajuk BoroGusDur di Gedung DPD KNPI Purworejo," ujar Koordinator Jaringan Gusdurian Purworejo Muhammad Hidayatullah, kepada KRJOGJA.com, Senin (25/3/2019). 

Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Haul Gus Dur ke sembilan. Untuk tema BoroGusDur atau diterjemahkan secara bebas berarti Pengembaraan Gus Dur, diambil agar masyarakat tahu dan paham intelektualitas, spiritual, laku sosial dan kenegarawanan Abdulrahman Wahid. 

Pameran dibuka dengan menampilkan kolaborasi musik pemuda lintas agama, yakni pemuda Islam, Katholik dan Kristiani. Paduan suara Orang Muda Katholik (OMK) menyanyikan lagi Ilir-ilir dan Srengenge Nyunar dengan iringan rebana, gitar serta keyboard yang dimainkan pemuda Islam dan Nasrani. 

Pameran lukisan menampilkan sembilan hasil karya seniman Purworejo Bramantyo Astadi, selama empat hari hingga 27 Maret 2019. Bramantyo dinilai sukses menginterpretasikan ide-ide dan perjalanan hidup Gus Dur dalam kanvas.  

Bramantyo Astadi menilai Gus Dur adalah keajaiban dunia ke delapan. Ide dan sikapnya, kata Bramantyo, luar biasa dan harus menjadi pegangan setiap generasi penerus bangsa. "Gus Dur adalah ikon perdamaian dan toleransi," tegasnya. 

Ia menyatakan sepakat bahwa Indonesia sekarang rawan gesekan terutama menjelang Pemilu 2019. Hoax hingga ujaran kebencian semakin mudah ditemukan. Bahkan orang bisa demikian gampangnya menyampaikan ujaran kebencian lewat media sosial. "Gus Dur mengajarkan perbedaan adalah keniscayaan. Namun mestinya menjadi pelecut semangat berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar," ungkapnya. 

Untuk pameran tunggal itu, Bramantyo mengaku mempersiapkan sembilan lukisan dalam waktu dua bulan. Lukisan berbahan cat acrylic itu beraliran Spontan Realisme. "Saya penggemar Gus Dur dan ini bentuk apresiasi kepada beliau," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI