Alasan Kualitas, Pabrik Tidak Buka Pembelian

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Karena alasan kualitas tembakau buruk, maka pabrik rokok sebagai pembeli tunggal tembakau petani tidak membuka pembelian kembali, menyusul telah menghentikan pembeliannya sekitar sebulan lalu. Sementara Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) telah melakukan lobi kepada pabrikan rokok dan pemerintah, namun pabrikan belum juga membuka pembelian.

Wasekjen APTI Pusat, Agus Setyawan yang juga Kades Campurejo, Kecamatan Tretep, Temanggung mengatakan, lobi kepada pabrik rokok agar membeli tembakau Temanggung, setidaknya dilakukan dalam tiga tahapan. "Kami mengunjungi pabrik-pabrik rokok tersebut, ketika menjelang panen tembakau, lalu saat panen tembakau berlangsung, dan setelah pemanenan selesai," jelasnya.

Diungkapkan, menjelang dan saat panen tembakau, pihaknya melobi pabrik guna meminta segera membuka gudang, atau melakukan pembelian tembakau panenan petani. Kemudian, ketika selesai panen, meminta pabrik bisa membeli seluruh hasil panenan tembakau petani.

Namun, dengan alasan kualitas panenan tembakau 2016 ini kurang baik, pabrik tidak bersedia membeli semua tembakau yang dihasilkan petani. Menurutnya alasan yang dikemukakan pabrik rokok dengan melakukan pembelian secara selektif atau hanya yang berkualitas sesuai kebutuhannya dinilai masuk akal.

Berkait kondisi masa panen 2016 yang dinilai hampir sama dengan 2010, di mana meski saat itu kualitas tembakau kurang namun tetap terbeli semuanya, Agus menyatakan, mutu tembakau 2010 dan 2016 berbeda. Pada 2010 mutunya lebih baik dari 2016, karena enam tahun lalu hujan banyak terjadi hanya setelah tembakau dipetik. (Mud)

BERITA REKOMENDASI