AMM dan LAK Tuntut Penuntasan Dugaan Korupsi Si Jaka

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Aliansi Masyarakat Magelang (AMM) dan Laskar Anti Korupsi (LAK) melakukan audensi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang, Rabu (9/9/2020). Dalam kesempatan itu, mereka menuntuk Kejari untuk membuktikan statementnya bahwa secara lembaga, mereka tidak terlibat dalam pengadaan Aplikasi Jaga dan Kawal (Si Jaka) dana desa.

Sebelumnya, Kepala Kejari Kabupaten Magelang, Edi Irsan Kurniawan dalam audensi itu mengaku, jika secara pribadi pihaknya tidak mengetahui apa pun terkait Si Jaka tersebut. “Saya disini (Magelang), baru sekitar tiga bulan. Saya tidak mengetahui apa pun terkait Si Jaka ini,” tegasnya dihadapan perwakilan AMM dan LAK yang beraudensi di Kantor Kejari Kabupaten Magelang.

Sebelumnya, terkait Si Jaka ini, AMM dan LAK, telah melakukan audensi ke DPRD Kabupaten Magelang. Di DPRD, mereka menuntut pembuatan panitia khusus yang membahas terkait dugaan pelanggaran moral dan kode etik, serta korupsi dalam Bimtek Aplikasi Si Jaka tersebut. Direncanakan, setelah dari DPRD dan Kejari Kabupaten Magelang, mereka akan beraudensi ke KPK Korwil VII (Jawa Tengah), direncanakan dalam waktu ini.

“Kedatangan kami ke sini, bertujuan untuk meminta klarifikasi dan komitmen Kejari untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi Si Jaka ini. Dan yang pasti, kami mendorong di sisi moral dan kode etik, karena masalah hukum sudah ditangani pihak kepolisian,” kata Koordinator AMM Anang Imammudin.

BERITA REKOMENDASI