Anggaran Rp 60 Miliar Dialihkan Untuk Entaskan Kemiskinan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Komisi B DPRD Kabupaten Purworejo memberlakukan efisiensi anggaran pembangunan hingga Rp 60 miliar pada APBD 2018. Hasil efisiensi itu dialokasikan menambah anggaran pengentasan kemiskinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo.

Efisiensi dilakukan ketika proses penanggaran dilakukan pada tahun 2017. Komisi B yang membidangi pembangunan itu, mendapat usulan kegiatan fisik dari pemkab. "Kami bahas di tingkat komisi dan hasilnya sepakat ada beberapa usulan yang dicoret," ujar anggota Komisi B dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Purwandi Herryjanto, kepada KRJOGJA.com, Rabu (31/01/2018).

Menurutnya, beberapa usulan yang tidak diloloskan antara lain pembangunan taman edukasi di Bumi Perkemahan Puntuk dan kompleks Pendopo Bupati, serta Pasar Purworejo sebagai relokasi Pasar Suronegaran. Bahkan usulan pembangunan rumah sakit tipe C juga sempat dicoret.

Namun, kata Purwadi, usulan rumah sakit kembali dibahas mengingat mendesaknya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Sedangkan kegiatan fisik lain dinilai bukan kebutuhan mendesak. "Awalnya efisiensi mencapai Rp 160 miliar, namun rumah sakit kembali dimasukkan dan Badan Anggaran mengalokasikan Rp 100 miliar. Pemkab bisa menerima kebijakan kami," tuturnya.

Meski demikian, DPRD juga mensyaratkan pemerintah untuk melakukan tahapan yang terukur waktu dan anggaran dalam pembangunan rumah sakit. "Eksekutif harus belajar dari gagalnya renovasi alun-alun dan beberapa proyek lain," tegasnya.

Pengalokasian anggaran hasil efisiensi dilakukan komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat. Beberapa kegiatan yang mendapat alokasi antara lain bedah rumah, infrastruktur perdesaan seperti jalan poros, irigasi dan jalan usaha tani.

Masyarakat, lanjutnya, lebih membutuhkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan. "Ingat masih ada 59 desa 'merah' atau angka kemiskinannya tinggi di Purworejo. Mereka butuh sentuhan langsung," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI