Anggota DPR Dengar Pendapat Masyarakat Banyumas

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Sebanyak 170 peserta dari perwakilan elemen masyarakat Banyumas, Minggu (15/11/2020) mengikuti dengar pendapat dengan anggota DPR/MPR RI, Siti Mukaromah, tentang sistem ketatanegaraan dan UUD 1945 beserta pelaksanaannya. Kegiatan ini diselenggarakan di Java Heritage Hotel Purwokerto.

Siti Mukaromah, didepan perwakilan elemen masyarakat menjelaskan dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia, UUD ’45 menjadi sumber hukum formal tertinggi sekaligus sebagai salah satu bentuk hukum tata negara positif. “Dalam ketatanegaraan di negara kita, UUD’45 adalah merupakan sumber hukum formal tertinggi. UUD ’45 menjadi sumber hukum bagi ketatanegaraan kita sekaligus sebagai salah satu bentuk hukum tata negara positif,” terangnya.

Ia, menjelaskan, posisi UUD 45 menempati posisi tertinggi di atas peraturan lainnya dalam hierarki tata negara Indonesia. “Secara konstitusional dan hierarkis, UUD 45 menempati posisi tertinggi di atas Tap MPR, Undang-undang ataupun Perppu, Peraturan Pemerintah (PP), Keputusan Presiden dan peraturan lainnya. Peraturan yang berada di bawahnya tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya. Hierarki ini merupakan tingkatan kekuatan hukum yang sekaligus menjamin keberadaan hukum yang lebih bawah sebagai pelaksana operasional atau teknis,” tegasnya.

Bangkit Ari Sasongko SHI MSi pakar hukum yang menjadi nara sumber kegiatan tersebut saat ini juga menjabat sebagai Direktur LPPSLH, menambahkan ketatanegaraan Indonesia mencakup bahasan tentang hukum dasar negara dalam konstitusi Indonesia. “Hukum tata negara merupakan bagian dari ilmu hukum. Sebagai hukum positif dan dikategorikan sebagai hukum publik. Ketatanegaraan Indonesia mencakup bahasan tentang hukum dasar, bahkan hal ini menjadi ciri utama dari Ketatanegaraan, sehingga sering disebut sebagai constitutional law karena kajian utamanya memusatkan pada konstitusi negara”, ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, masyarakat sangat antusias menyampaikan berbagai macam pertanyaan baik sesuai tema acara maupun keluh kesah mereka. Hal itu terkait kondisi usaha mereka sebagai UKM dan IKM yang saat ini terkendala dengan situasi pandemi. (Dri)

BERITA REKOMENDASI