Anggota Koperasi Harus Diproteksi dan Dibimbing

BOROBUDUR, KRjogja.com – Mengelola koperasi memang tidak mudah. Makanya anggota koperasi harus diproteksi dan dibimbing. Demikian dikatakan Ketua Umum Kopari Catra Gemilang Borobudur, Suherman saat menerima rombongan Bakohumas, di kantornya, Kamis (10/10).

Salah satu contoh kehadiran koperasi dalam memproteksi anggotanya, misalnya membatasi jumlah fotografer di lingkungan Candi Borobudur. "Dari awal sampai saat ini jumlah fotografer Borobudur tidak pernah bertambah. Tetap 76 orang," tutur Suherman.

Dia menambahkan, meskipun saat ini teknologi sudah sangat pesat, namun Kopari Catra Gemilang tetap melakukan investasi untuk membeli mesin cetak foto senilai Rp 800 juta. "Dari jumlah tersebut, separuh diantaranya merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi," ungkapnya.

Lalu bagaimana kiat pengurus koperasi bisa mempertahankan keberadaan koperasi ini, Suherman menyatakan butuh ketekunan dan kebersamaan. Koperasi, kata dia, tidak sekedar laba rugi, tapi harus punya ruh kebersamaan agar memiliki nilai tawar tinggi. 

"Sekarang Kopari Catra Gemilang sudah berkembang cukup pesat. Bahkan pengadaan security Candi Borobudur pun, sudah minta ke kami koperasi yang kebetulan punya perusahaan outsourcing," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Koperasi Pariwisata (Kopari) Cakra Gemilang memiliki anggota dan calon anggota sebanyak 1.000 orang, dengan jumlah karyawan 110 orang. Adapun aset yang dimiliki mencapai Rp 8 miliar.

Koperasi ini bergerak di berbagai bidang usaha. Diantaranya, fotografi, pemandu wisata, pengrajin, pedagang souvenir dan sejenisnya. Selain itu Kopari Cakra Gemilang juga memiliki hotel, rumah makan, angkutan wisata, kesenian dan agro bisnis. (***)
 

BERITA REKOMENDASI