Anggota Polres Wonosobo Ngaji Kitab Kuning dari Para Kiai Sepuh

Editor: KRjogja/Gus

WONOSOBO,KRJOGJA.com – Para kiai sepuh di Kabupaten Wonosobo menghadiri pembukaan kajian Kitab Kuning diselenggarakan jajaran Polres Wonosobo di Masjid Al Mujahidin Komplek Mapolres Wonosobo, Selasa (20/4/2021). Kegiatan dibuka Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat ini, diselenggarakan sebagai tindak lanjut perintah Kapolri yang mewajibkan anggota Polri beragama Islam untuk memperdalam ilmu agama.

Sederet kiai sepuh yang hadir seperti Rais Syuriah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim Alhafidz, Ketua PCNU KH Ngarifin Shiddiq, Ketua PD Muhammadiyah H Bambang Wen, Ketua PP Rifaiyah KH Nurdin Ma’ruf, serta sejumlah pengasuh pondok pesantren di Wonosobo seperti KH Khoirulloh, KH Abdulloh Mubarok, KH Khusni Makruf, KH Musyafa Afif, KH Mustofa Al Kifli, KH Nurul Huda, dan perwakilan dari Kantor Kementrian Agama Wonosobo H Ahmad Farid.

Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi, menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri yang mewajibkan anggota Polri yang beragama Islam untuk mendalami Alquran. Sedangkan Kitab Kuning merupakan kitab yang dijadikan sebagai referensi pada sistem pendidikan di pesantren dalam mendalami ajaran Alquran. “Kitab Kuning juga dipandang sebagai kurikulum yang memiliki peran efektif dalam membentuk karakter dan nilai-nilai keislaman yang dikembangkan pesantren,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Kapolres, jajaran Polres Wonosobo menjalin kerja sama dengan Kementrian Agama dan para ulama sepuh di wilayah Kabupaten Wonosobo agar anggota Polres Wonosobo turut mendapatkan pembelajaran tentang Kitab Kuning. “Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bentuk sinergitas serta mempererat silaturahmi antar ulama dan pejabat pemerintahan, agar tetap solid, bersama saling menangkal segala bentuk ancaman terhadap konstitusi negara maupun radikalisme,” ungkapnya.

Kapolres berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi anggota Polri. Dirinya juga berpesan agar para peserta kajian tetap menerapkan protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 yang belum selesai.

BERITA REKOMENDASI