Angin Ribut Berpotensi Kembali Terjadi di Purworejo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Bencana angin ribut seperti terjadi pada Kamis (12/12) sore, berpotensi kembali terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo meminta masyarakat setempat untuk mewaspadai ancaman bencana itu.

Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Purworejo Edi Purwanto mewakili Kepala Pelaksana BPBD Sutrisno mengatakan, cuaca saat ini belum memasuki musim hujan secara penuh. "Sekarang hujan masih jarang dan sifatnya lokal, kondisi suhu juga cenderung panas. Perbedaan suhu ini menimbulkan aliran udara, yang dalam kondisi tertentu bisa sangat kencang, dan dikenal sebagai angin ribut atau puting beliung," terangnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, tanda munculnya hujan lebat yang disertai angin kencang adalah terlihatnya awan cumulonimbus pada siang hari. Cuaca panas, namun, terasa lembab. Kondisi tersebut diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Awan putih menyerupai gumpalan kapas raksasa dan bergulung-gulung itu, lanjutnya, biasanya berubah menjadi hitam pekat. "Suhu mulai dingin dan angin berembus semakin kencang, lalu turun hujan lebat yang kadang disertai petir. Hujan ini biasanya sifatnya lokal, belum merata, dan waktunya juga singkat," ungkapnya.

Masyarakat harus mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana. Bentuk kesiapsiagaan yang bisa dilakukan, lanjut Edi, antara lain dengan mengurangi dahan pohon yang dinilai bisa mengancam bangunan. "Selain itu, jangan berada di bawah pohon, tiang listrik, atau baliho. Sebaiknya segera cari bangunan permanen yang dinilai aman," tegasnya.

Sementara itu, sebagian besar lokasi terdampak angin ribut di Purworejo sudah tertangani petugas dan warga. Angin ribut dilaporkan berdampak di 23 lokasi Kabupaten Purworejo, antara lain di Kecamatan Gebang, Kemiri, Bener, dan Kaligesing. (Jas)

BERITA REKOMENDASI