Angin Ribut Landa Temangung

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Angin ribut menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Temanggung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan sejumlah bangunan rusak, tetapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sementara sebuah warung gorengan di Desa Trasan Bandongan Magelang ludes terbakar.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Wangaldi mengatakan angin kencang dan puting beliung terjadi di beberapa daerah di Kecamatan Tretep dan Bejen pada Rabu (17/10/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Personel dari BPBD, TNI dari Kodim 0706 Temanggung beserta tim SAR dan relawan membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakkan.

"Kamis ini, Kami sedang mendata kerusakkan dan kerugian lebih detail, Rabu sudah terjun untuk membantu warga memperbaiki kerusakkan, " kata Gito kepada KRJOGJA.com, Kamis (18/10/2018).

Dia mengatakan angin kencang dan hujan lebat di Desa Congkrang Kecamatan Bejen pada pukul 16.00 mengakibatkan sebuah pohon tumbang menimpa SD Negeri Congkrang. "Kerusakkan pada atap bangunan, namun dipastikan aktivitas belajar mengajar tetap bisa berjalan," katanya.

Dia mengatakan tidak ada korban jiwa dan luka, sedangkan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Dikatakan angin puting beliung juga mengakibatkan rumah milik Maryono (53) warga Rt 01 Rw 01 Desa Tretep Kecamatan Tretep rusak pada bagian atap dan pagar rumah jebol. Rumah belum bisa ditempati dan penghuninya mengungsi di tempat saudaranya, kerugian  matrial  lebih kurang  Rp 20 juta.

Di Desa Banjarsari Kecamatan Bejen, terangnya, puting beliung merusak atap rumah Supari (57), Suken (65) dan warung milik Tumar (35). Kerugian diperkirakan mencapai Rp 2,5 juta. Dia mengatakan BPBD menghimbau pada warga untuk waspada akan adanya puting beliung, yang kerap terjadi di masa peralihan musim. Warga untuk memahami ciri-ciri akan adanya puting beliung dan segera berlindung jika daerahnya diterjang.

Sementara di sebuah warung gorengan milik Maryam di Dusun Sengon Desa Trasan Bandongan Magelang tebakar Kamis (18/10/2018) pagi. Seorang warga Tohir mengatakan api berasal dari kompor yang belum sempat dipadamkan ketika ditinggal masuk rumah. Api lalu merembet ke sejumlah barang yang mudah terbakar dan membakar warung yang berada di depan rumahnya itu.

"Beruntung warga lekas mengetahui, api dipadamkan secara manual. Warga berusaha agar api tidak menjalar ke rumah," katanya sembari mengatakan kerugian masih dihitung. (Osy)

BERITA REKOMENDASI