Tampil Memukau, Didi Kempot Janji Bakal Ciptakan Lagu ‘Ambyar’ Bertema Temanggung

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Hujan yang mengguyur Kota Temanggung tidak menyurutkan antusias warga untuk menonton The Godfather of Brokenheart ‘Didi Kempot’ dan Denny Caknan di halaman gedung Pemuda Kowangan Temanggung, Minggu (1/3) malam.

Denny Caknan yang naik panggung duluan langsung melantunkan tembang Sampek Tuwek, yang diikuti sejumlah tembang andalan lainnya, yakni Gede Roso, Demi Kowe, Sugeng Ndalu, Tanpa Tresnamu, Balungan Kere, Dalan Liyane dan diakhir dengan andalan Kartonyono Medot Janji.

Penampilan Denny Caknan sangat memikat dan dapat mengobati rasa rindu dan penasaran penggemarnya di Temanggung. Interaksi dengan penonton dijalankannya bahkan ia turun ke area penonton yang sebagian kaum muda untuk menerima bunga. Ia pun melemparkan jaket yang dikenakannya pada penonton.

Usai penampilan Denny, acara dilanjutkan dengan lounching The Ariston Spring oleh CEO Ariston Abdul Haris Habibi yang ditandai potong tumpeng. Habibi mengatakan Ariston Spring merupakan konsep perumahan baru yang ada di Temanggung.

” Kita kembangkan perumahan baru, pada The Ariston Spring, namun sebagai pengusaha masih butuh bimbingan, Kami baru berusia 5 tahun,” katanya.

Dia mengatakan Ariston berusaha untuk go internasional, sehingga dapat membawa Temanggung lebih terkenal di dunia internasional. Temanggung merupakan daerah yang indah dan penuh potensi yang harus dikenalkan di dunia Internasional.

Pada penampilan selanjutnya adalah Didi Kempot. Ia membawakan sebanyak 8 lagu andalannya, yakni Cidro, Banyu Langit, Kalung Emas, Layang Kangen, Tanjung Emas Ninggal Janji, Suket Teki, Stasiun Balapan, dan sebagai pamungkas Pamer Bojo. Sebelumnya penampilan Dory Haryanto Eka Saputra yang melantunkan Kangen Nickerie.

Penampilan Didi Kempot yang merupakan kali pertama di Temanggung seperti Denny Caknan, sangat memukau. Ia berhasil menghentak dan ambyarkan Temanggung. Diakhir penampilan ia menyampaikan Indonesia kaya akan budaya, termasuk bahasa Jawa harus dilestarikan.

“Kami sangat senang, banyak kaum muda khususnya sobat ambyar yang cinta lagu-lagu saya yang berbahasa Jawa,” katanya.

Dia berjanji kepada para penggemarnya “Sobat Ambyar” untuk menciptakan lagu tentang Temanggung. “Ketoke apik (kelihatannya bagus), mendung-mendung neng Temanggung…., tapi itu besok,” katanya.

Ia menuturkan kalau lagu tentang beberapa daerah seperti Yogyakarta, Semarang sudah ada, kalau Temanggung belum ada.

Banyak hal yang bisa diangkat dari Temanggung, karena wilayah di antara Gunung Sumbing, Sindoro, dan Perahu tersebut merupakan pengahasil tembakau terbaik dan juga merupakan penghasil kopi. (Osy)

BERITA REKOMENDASI