Angkudes Tulang Punggung Transportasi Purworejo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Angkutan perdesaan (angkudes) merupakan tulang punggung transpotasi umum lokal di Kabupaten Purworejo. Pengemudi dan pengusaha angkudes diminta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengatakan, keberadaan angkudes vital karena mampu menjangkau wilayah terpencil di Purworejo. terdapat 614 armada angkudes yang melayani 66 trayek di 16 kecamatan. "Hampir seluruh desa terjangkau dan dilintasi trayek angkudes, belum tentu ada transportasi umum lain," jelasnya, Rabu (27/03/2019).

Pengusaha angkutan juga punya tanggung jawab untuk menjaga kualitas layanan kepada penumpang. "Kondisi sekarang memang terjadi persaingan dengan transportasi online, namun bukan berarti angkudes tidak bisa bersaing. Salah satu strategi agar punya daya saing dengan menjaga kendaraan tetap prima," katanya.

Selain itu, pengemudi angkutan juga dituntut untuk menjalankan pekerjaannya secara profesional. Antara lain dengan tidak mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang, serta mengemudi tidak ugal-ugalan.

Bupati meyakini angkudes tetap bisa bersaing di pasar transportasi Purworejo. Pasalnya, angkutan itu telah memiliki konsumenya sendiri. "Apalagi di era sekarang, transportasi merupakan kebutuhan vital yang mendukung pengembangan kawasan, sehingga semakin banyak moda transportasi, potensi wilayah akan berkembang," terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo Agus Budi Supriyanto menambahkan, upaya pembinaan dan penertiban terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan pemasangan stiker trayek pada kaca mobil.

Pemasangan tahap awal dilakukan untuk 307 angkudes pada 14 trayek. Nantinya, kata Agus, seluruh angkutan yang jumlahnya 614 mobil pada 66 trayek akan dipasangi stiker serupa.

Menurutnya, stiker trayek tersebut memudahkan calon penumpang dalam mengidentifikasi angkutan. Selama ini, calon penumpang hanya mengenali trayek dari nomor yang tertera pada badan kendaraan. "Kalau ada tulisan di kaca jadi lebih mudah dikenali," ucapnya.

Selain itu, dinas berencana menyeragamkan cat kendaraan sesuai jalur trayeknya. "Rencana ke depan akan diseragamkan dan kami juga menyiapkan sanksi bagi pemilik angkudes yang menolak," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI