Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Borobudur Ditutup Terpal

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Merapi, dan terjadinya hujan abu vulkanik di Candi Borobudur, beberapa stupa di bangunan Candi Borobudur dipasangi cover terpaulin. Demikian juga bagian lantai atau lorongnya.

Meskipun ada yang belum dipasangi, beberapa bungkusan berisi lembaran cover terpaulin sudah disiapkan di sekitar stupa-stupa di Candi Borobudur. Demikian juga terpaulin untuk dipasang di bagian lorong.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati SS MA kepada wartawan di Kantor BKB, Rabu (11/11), mengatakan pemasangan atau penutupan dilakukan sejak Selasa (10/11) lalu, dan itu baru untuk 32 stupa yang ada di bagian teras 8 bangunan Candi Borobudur dan lorong 1.

“Kami juga melakukan antisipasi. Karena kalau penutupan stupanya dilakukan bareng, akan membutuhkan waktu lama,” katanya. Berdasar pengalaman erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu, membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih untuk menutupi seluruh stupa di Candi Borobudur. Waktu 2 jam lebih tersebut hanya untuk menutupi stupanya, padahal nantinya seluruh bagian lantainya juga akan ditutupi. Bagian lantai yang sudah terpasang saat ini di lantai lorong 1.

Cover terpaulin yang dipergunakan untuk menutupi stupa dan lantai ini terbuat dari bahan khusus, dan tidak akan merusak batuan candi. Beberapa hari ditutup menggunakan cover tersebut, batu tidak ada kerusakan. Dengan tertutupi atau terlindungi cover terpaulin ini, abu vulkanik tidak akan masuk ke nat-nat. Apalagi di bagian lantai yang terkena air hujan. Bila sampai masuk ke saluran drainase bangunan candi juga menyebabkan dibongkarkan bagian lantai.

BERITA REKOMENDASI