Antisipasi Longsor, Warga Menoreh Pasang EWS

MAGELANG, KRJOGJA.com – Termasuk daerah rawan bencana tanah longsor dan tanah bergerak, Komunitas Selorejo Peduli Menoreh, dan Relawan Bukit Menoreh melakukan sosialisasi dan pemasangan Early Warning System (EWS) sederhana dengan menggunakan alat seadanya, Selasa dan Rabu (28-29/1/2020). Hal ini dilakukan sebagai antisipasi sekaligus menekan korban jiwa dan material.

"Sejak dulu kami melakukan koordinasi dengan masyarakat, bahwa keadaan di lereng Menoreh ini rawan longsor dan masyarakat peduli akan hal tersebut. Maka dari itu dibuat EWS sementara untuk deteksi dini yang dibuat secara sederhana menggunakan kayu dan bambu," kata Pujo Prayetno, selaku Ketua Selorejo Peduli Lingkungan disela-sela memasang alat EWS.

Menurut Pujo, apabila tanah bergerak EWS akan berbunyi, dan saat hujan lebat warga bisa memantau alat tersebut sendiri. "Alat ini dipasang sebelum  memasuki musim hujan. Kita sadar bahwa rumah kita berada di daerah rawan longsor. Maka kita harus tau betul karakter tebing-tebing yang ada di sekitar kawasan Menoreh ini. Sehingga EWS sederhana ini akan kita sosialisasikan kepada warga agar bisa mendeteksi lingkungannya ketika ada pergerakan tanah," imbuh Ketua Garuda Bukit Menoreh, Shoim.

Untuk saat ini, lanjut Shoim, alat akan dipasang di tiga titik. Kedepannya akan dikembangkan di dusun-dusun yang ada di desa-desa  sekitar Kawasan Menoreh. "Kami berharap, masyarakat dapat menggunakan alat ini, karena sangat sederhana dan efektif. Cara kerjanya juga mudah, yaitu satu bambu berada di tanah kokoh dan yang satu diletakkan di tanah yang berpotensi ada gerakan. Kemudian dihubungkan menggunakan papan, kita ambil ukuran sekitar satu sampai dua meter dan di potong disela-sela papan untuk melihat pergeseran," jelasnya.

Pembuatan alat tersebut dinilai murah dan dapat menggunakan kayu sisa bangunan. "EWS sederhana ini merupakan alat deteksi dini yang dapat mendeteksi pergerakan tanah masif atau tidak. Kalau masif, kami akan segera mencari solusi untuk mengungsi atau bagaimana, tapi selama ini dengan alat tersebut aman," lanjutnya.

Namun, EWS sederhana tersebut juga memiliki kelemahan yakni warga harus melihat alat tersebut setiap hari setiap hari untuk melihat apakah tanah bergerak atau tidak. "Kita harus melihat setiap hari, sebab bel akan berbunyi jika tanah bergerak banyak," pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI