Antisipasi Rencana PSBB DKI Jakarta, Tingkatkan Jogo Tonggo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo mulai mempersiapkan diri menghadapi wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta. Satgas meminta masyarakat untuk meningkatkan pelaksanaan Jogo Tonggo di lingkungannya.

Penerapan Jogo Tonggo itu untuk mengantisipasi kenaikan jumlah perantau yang pulang kampung demi menghindari jika kebijakan itu dilaksanakan. “Purworejo sudah menerapkan program Jogo Tonggo, bersama seluruh wilayah Jawa Tengah dan penguatan program itu menjadi langkah paling efektif menekan persebaran Covid-19,” ungkap Jubir Satgas Covid-19 Purworejo dr Tolkha Amaruddin Sp THT, kepada KRJOGJA.com, Jumat (11/09/2020).

Menurutnya, seluruh perantau di DKI Jakarta yang kembali ke Purworejo diimbau melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Selain itu, perantau juga diimbau untuk melaporkan diri ke satgas Jogo Tonggo di desa.

Langkah itu, lanjutnya, juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo. Sebanyak 511 warga terkonfirmasi Covid-19 sejak kasus pertama itu muncul di Kabupaten Purworejo. Sebanyak 14 pasien masih dirawat, 81 menjalani isolasi mandiri, 400 sembuh, dan 16 meninggal dunia.

“Untuk suspek 119 orang dan 81 probable dengan gejala ISPA berat. Maka untuk mencegah agar tidak ada lonjakan kasus di Purworejo, protokol wajib diterapkan secara ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Purworejo Boedi Hardjono mengemukakan, pemkab terus memantau pergerakan perantau yang pulang ke Purworejo. Namun berdasar pantauan dinhub, belum terlihat lonjakan perantau yang kembali ke Purworejo. “Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta pusat,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI