Antusias Penanganan Bencana di Temanggung Minim

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi menyayangkan minimnya antusias sejumlah instansi di lingkungan kabupaten tersebut karena tidak hadir dalam workshop pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Selasa (30/8/2016).

“Sejumlah pihak yang tidak hadir atau hanya mewakilkan, saya anggap antusias mereka masih rendah dalam penanganan bencana," kata Irawan.

Padahal, lanjut dia koordinasi pembentukan forum kebencanaan ini sangat penting. Mereka yang tidak datang atau mewakilkan itu sama saja kalah dengan relawan yang selalu menjadi pasukan berani mati saat terjadi bencana. Tanpa diundang saja mereka pasti datang.

Menurutnya, pihak-pihak yang diundang, termasuk di antaranya dinas dan para camat seharusnya menyadari pentingnya pemecahan masalah kebencanaan secara bersama-sama mengingat Kabupaten Temanggung merupakan salah satu titik merah atau rawan bencana.

Dia mengatakan butuh koordinasi serta komunikasi yang matang antara satu pihak dengan pihak lainnya saat proses penanganan bencana. Selain mencegah munculnya korban jiwa, penanganan yang cepat dan tepat juga dimaksudkan untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan para korban pasca terjadinya bencana.

Seluruh pihak terkait, katanya, harus mengerti betul langkah dan kewajiban masing-masing. Dengan tidak hadir dalam acara dikhawatir akan terjadi kerancuan selama penanganan di kemudian hari. Baik itu masalah pencairan anggaran bantuan hingga dasar hukum yang melandasi. Padahal bencana harus segera ditangani bukan hanya uforia sesaat, termasuk ajang promosi serta kampanye oleh pihak-pihak tertentu. (Osy)

BERITA REKOMENDASI