APTI Usul Kenaikan Cukai Sebesar 5 Persen

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sadar pemerintah sedang membutuhkan banyak uang untuk mengisi kas negara, APTI akhirnya menyetujui kenaikkan cukai rokok. Tetapi kenaikkan itu hanya satu digit yakni sebesar 5 persen, yang disesuaikan dengan inflasi.

“Kenaikan cukai tembakau sebesar 5 persen tidak masalah. Kita sadar pemerintah sedang butuh duit,” kata Ketua APTI Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Broto, ditemui, Selasa (10/11).

Dia mengatakan kenaikkan cukai tembakau sebesar 5 persen tersebut tetap akan berdampak negatif bagi petani dan industri tembakau, tetapi dirasa masih dalam toleransi atau tidak memberatkan. Kenaikkan tersebut juga dirasa sesuai dengan inflasi.

Dikemukakan APTI sangat keberatan dan menolak rencana pemerintah menaikkan cukai tembakau sebesar 23 persen pada 2020. Sebab dipastikan akan memberatkan petani dan industri tembakau. Hal itu berkaca dari kenaikkan cukai pada tahun lalu yang dirasa pada 2021.

“Kenaikkan cukai 2020, akan berdampak negatif petani dan kalangan industri pada 2021,” kata dia.

Dampak negatif kenaikkan cukai tembakau tahun lalu, penjualan tembakau atau penyerapan tembakau dari industri turun hingga 25 persen, sedang harga tembakau turun hampir 20 persen. Tingkat kesejahteraan pelaku pertembakauan tidak beranjak naik dan bahkan turun, apalagi kini sedan pandemi Covid-19.

BERITA REKOMENDASI