Arkeolog Teliti Botol Keramik Antik di Kutoarjo

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah meneliti 54 botol keramik antik peninggalan Belanda yang ditemukan di Puskesmas Kutoarjo, Selasa (5/12/2017). Hasil penelitian akan menjadi dasar penetapan apakah benda antik itu masuk cagar budaya atau bukan.

Penelitian didampingi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Purworejo. "Kehadiran BPCB atas dasar surat dari TACB dan Pemkab Purworejo, kami datang melakukan penelitian awal," kata Arkeolog BPCB Jawa Tengah Winda Artista Harimurti.

Penelitian dilakukan dengan mengklasifikasikan botol berdasar ciri yang tertera. Botol dibagi empat sesuai identifikasi tulisan, terdiri atas Erven Lucas Bols, De Kuyper, Hulstkamp Zoon & Molyn, dan botol polos.
Arkeolog mengukur dimensi botol yang ukurannya berbeda. Botol juga diklasifikasikan berdasar jenis benda, yakni stoneware dan keramik.

Menurut Winda, BPCB belum memiliki benda koleksi yang sama persis dengan temuan di Kutoarjo. "Ada jenis botol yang mirip, namun ada  cupingnya," ujarnya.

Dikatakan, belum bisa dipastikan nilai sejarah benda tersebut. Namun berdasa literatur sejarah, merek tertera pada botol adalah nama perusahaan pembuat minuman fermentasi di Belanda. Perusahaan itu beroperasi pada tahun 1800-an. "Namun bagaimana bisa ada di Kutoarjo, harus diteliti lebih jauh lagi," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator TACB Purworejo Eko Riyanto mengemukakan, tim akan menggelar sidang untuk menentukan status botol keramik Kutoarjo. Hingga ada keputusan, botol itu berstatus diduga cagar budaya.

Hasil rekomendasi akan disampaikan kepada Bupati Purworejo. Sementara menunggu hasil kajian, katanya, botol itu akan diamankan ke Museum Tosan Aji Purworejo. "Sementara kami amankan dan kalau hasilnya botol itu cagar budaya, akan ada SK Bupati. Penemu benda itu akan diusulkan mendapat insentif," tandasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI