ASPPHAMI: Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Waspadai Potensi DBD dan Malaria

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Memasuki masa penghujan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi persoalan di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti salah satunya wilayah Jakarta endemi DBD dan wilayah Purworejo endemi malaria.

“Perlu peningkatan kewaspadaan terhadap nyamuk DBD. Ini sebagai wujud peringatan Hari Nyamuk Nusantara pada 22 Oktober kemarin,” ujar Penasehat Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) DKI Jakarta Zainal Arifin dalam rilis yang diterina KRJOGJA.com, Minggu (24/10/2021).

Selain itu juga masyarakat harus terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Kami lihat perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk pencegahan DBD dan malaria masih sangat kecil. Terutama, alokasi anggaran untuk tindakan represif (pengasapan dan larvasida),” terangnya.

“Tidak saja di Jakarta, daerah endemi malaria seperti Purworejo juga alokasi anggaran untuk pencegahan secara represif masih sangat minim,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI