Atasi Kelangkaan di Purworejo, Siapkan Realokasi Pupuk Bersubsidi

Rumusan solusi jangka pendek ditujukan mencukupi kebutuhan pemupukan pada musim tanam ketiga tahun 2020. Pihak DPRD meminta pemkab untuk menghitung sisa alokasi dan kebutuhan pada setiap kecamatan, sebagai dasar realokasi.

Dikatakan, kebijakan realokasi pun tidak bisa dilakukan untuk urea bersubsidi karena kuotanya nyaris habis. Kuota urea dan SP 36 bersubsidi itu hanya tersisa 0,5 persen dari total alokasi. Realokasi, lanjutnya, untuk pupuk jenis NPK, ZA, dan organik yang kuotanya tersisa cukup banyak.

Menurutnya, petani untuk sementara diarahkan untuk memupuk tanaman dengan tiga jenis pupuk tersebut. Substitusi, lanjutnya jadi alternatif pilihan mengingat kandungan urea, ZA dan NPK memiliki kesamaan, yakni nitrogen. “Kita harus edukasi bahwa untuk urea stok subsidinya sudah tidak ada, ada banyak urea tapi nonsubsidi, maka kita realokasi dari kecamatan yang tersedia, dipindah kecamatan yang membutuhkan, dengan catatan petani mau menggunakan pupuk subsitusi urea ini,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI