Atasi Kelangkaan di Purworejo, Siapkan Realokasi Pupuk Bersubsidi

Sebenarnya, kata Dion, ada opsi bantuan subsidi dari pemkab. Namun, kemampuan anggaran yang dimiliki pemkab sangat terbatas. Untuk APBD perubahan 2020, lanjutnya, plot anggaran yang tidak terikat hanya tersisa Rp 1,6 miliar. Padahal alokasi yang harus dikeluarkan apabila pemkab akan membantu petani Rp 26 miliar.
“Sangat tidak mungkin, terlebih kondisi sekarang bisa dikatakan semua anggaran terserap untuk penanganan pandemi,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Wasit Diono mengemukakan, sisa kuota pupuk tersedia cukup signifikan untuk jenis NPK sekitar 25 persen, organik 50 persen, dan ZA 13 persen. “Maka kami fokus pemenuhan kebutuhan musim tanam ketiga dengan realokasi, lalu untuk tanam kesatu tahun depan, kita akan usulkan tambahan kuota,” katanya.

Pupuk urea, lanjutnya, tetap tersedia di pasaran, namun untuk jenis nonsubsidi dengan selisih harga yang memberatkan petani. “Selain realokasi, petani juga bisa menggunakan pupuk organik sebagai alternatif selama budidaya, cuma memang petani kadang tidak berminat karena hasilnya tidak langsung terlihat, tapi harapan kami mereka mau mencoba,” tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI