Atasi Stunting, Pemkab Gandeng Dunia Usaha dan LSM

WONOSOBO, KRJOGJA.com– Upaya pencegahan dan penanganan stunting (gangguan pertumbuhan anak akibat kurang gizi) terus digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo. Salah satunya dengan menggandeng dunia usaha, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta organisasi sosial lainnya untuk bekerja sama dalam mengatasi tingginya angka stunting di daerah.

Penandatanganan MoU dalam bentuk komitmen bersama penanganan stunting antara Pemkab Wonosobo dan dunia usaha tersebut ditandatangani oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo di Gedung Setda Wonosobo, Senin (21/9/2020). Hadir dalam kesempatan ini Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo, Kepala Bappeda Tarjo, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr M Riyatno, dan perwakilan dari dunia usaha.

Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo menyampaikan bahwa komitmen bersama tersebut merupakan hasil dari acara ‘Rembuk Stunting’ yang digelar Bappeda Wonosobo yang menghasilkan 6 poin penting. Pertama, Pemkab bersama masyarakat, perusahaan, LSM/NGO, dan para pihak lainnya berkomitmen untuk melaksanakan upaya-upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di daerah.

Selanjutnya, penganggaran untuk percepatan pencegahan dan penanganan stunting bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, Dana Desa, Dana CSR, dan sumber dana lain yang sah. Dalam hal ini, semua desa dan kelurahan wajib menganggarkan program dan kegiatan melalui dana desa dan kelurahan dengan mengacu pada lima paket layanan sesuai Perbup Nomor 57 Tahun 2019 tentang Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting Terintegrasi.

Selain itu, jelas Sekda, peran tim koordinasi kabupaten untuk percepatan pencegahan dan penanganan stunting dilakukan lintas sektor secara konvergensi. Termasuk peran para camat wajib melakukan fungsi koordinasi dalam aspek perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program dan kegiatan di desa/kelurahan dengan menggunakan sumber daya yang ada. Terakhir adalah melakukan monitoring dan evaluasi secara terpadu dengan melibatkan para pihak yang berkepentingan dan harus terus dilakukan demi perbaikan dan pencapaian kinerja yang lebih optimal.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo, mengatakan pandemi Covid-19 berlangsung hampir tujuh bulan ini, telah dirasakan dampaknya, terutama di bidang kesehatan dan gizi masyarakat. Kondisi tersebut sangat berpotensi meningkatkan angka stunting, serta berpotensi mengancam target menurunkan angka stunting hingga 14% pada 2024.

Hal tersebut terlihat dari hasil survei Balitbangkes Kemenkes pada 4.798 puskesmas. Sebanyak 43,51 persen posyandu, menghentikan kegiatannya selama pandemi, 37,23 persen mengalami penurunan kegiatan, dan 18,70 persen posyandu melakukan kegiatan seperti kondisi normal. “Kondisi tersebut juga terjadi di Wonosobo. Layanan posyandu balita maupun ibu hamil mengalami penurunan, baik karena penghentian penyelenggaraan posyandu, maupun faktor ketakutan masyarakat untuk mengunjungi posyandu maupun fasilitas kesehatan ibu dan balita,” ujarnya. (Art)

BERITA REKOMENDASI