Balada Sepakbola Purworejo, dari Beli Terpal Sampai Ganti Papan Skor

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dua hari lagi, tim sepakbola ISP Purworejo akan menjamu PSS Sleman di Stadion WR Supratman Purworejo. Persiapan teknis dilakukan pemain klub kebanggaan Purworejo itu.

Kesibukan juga diperlihatkan pengurus Askab PSSI Purworejo, selaku panitia pelaksana (panpel). Tidak hanya mempersiapkan teknis pertandingan, hal-hal nonteknis terkait GOR pun mereka tangani sendiri.

Menjelang hari H, panpel dihantui kondisi tidak prima dari stadion sepakbola satu-satunya itu. Atap tribun bolong, rumput kering, bench pemain cadangan tanpa atap, bahkan papan skor juga rusak. "Ya kondisinya demikian, harus kami siasati," ujar Ketua Askab PSSI Purworejo Angko Setyarso Widodo, kepada KRJOGJA.com, Jumat (19/07/2019).

Berbagai upaya dilakukan panpel agar lapangan tersebut siap digunakan. Panitia menghubungi Damkar Purworejo untuk mendatangkan mobil pemadam. Mobil menyemprot rumput lapangan dengan air sungai, sehingga tetap hijau dan mengurangi debu.

Panitia juga membuat papan skor dengan bahan seadanya. Selain itu, membeli plastik terpal untuk atap tempat duduk pemain cadangan. Panitia menerjunkan sejumlah pengurus untuk membantu pasukan ungu membersihkan tribun. "Banyak sampah dan kotoran burung, jadi harus disemprot air lalu disikat. Sampah di setiap penjuru lapangan juga dibersihkan," tuturnya.

Ketika gawang patah, PSSI juga mengeluarkan biaya untuk mengelas. PSSI juga membeli jaring gawang yang hanya dipasang saat hendak digunakan. Bahkan, panitia juga menguruk dan meratakan beberapa bagian lapangan.

Persiapan lapangan bola, lanjutnya, seharusnya bukan menjadi tanggung jawab panitia penyelenggara. Pasalnya panitia juga membayar uang sewa kepada pengelola stadion, dalam hal ini pemkab. "Saya cuma mengingatkan, seharusnya pengelolaan stadion bukan tanggung jawab penyewa. Kami bayar sewa, tapi masih harus ikut memperbaiki dan merawat stadion setiap akan digunakan," terangnya.

Menurutnya, kondisi itu berlangsung cukup lama. Menjadi dilema bagi asosiasi dan klub yang saat ini masih terkendala pembiayaan, ketika harus ikut menyediakan sendiri kekurangan sarana di stadion pemerintah itu. "Selama ini demikian adanya, monggo silakan pemkab menyikapi," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI