Bambang Sutrisno Mundur dari Cabup, Ini Alasannya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Bambang Sutrisno menyatakan untuk sementara mundur dari pencalonan bakal calon (balon) Bupati – Wakil Bupati Purworejo. Politisi Partai Golkar itu mempertimbangkan faktor ideologis, keluarga dan waktu sebagai dasar membuat keputusan tersebut.
  
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Bambang Sutrisno, Drs Arie Edy Prasetya MBA, dihadapan sejumlah jurnalis dan kepala sekolah penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Purworejo, Selasa (10/12). "Setelah melihat ke dalam dan keluar, maka Bambang Sutrisno untuk sementara mundur dari pencalonan," ungkapnya kepada KRJOGJA.com.
  
Arie menyebut faktor ideologis menjadi pertimbangan pertama keputusan itu. Bambang Sutrisno merupakan putra almarhum Brigjen Sunardi yang merupakan salah satu pendiri Sekber Golkar, cikal bakal Partai Golkar.
 
"Keluarga meminta Bambang tetap berada di jalur Partai Golkar. Dikatakan, sudah banyak partai yang tertarik untuk mengajak bergabung, namun pihak keluarga tetap tidak menginginkan Bambang keluar dari Golkar," ungkap Arie.

Selain itu, kata Arie, rezim waktu juga dipertimbangkan karena hingga saat ini proses Munas Golkar baru selesai pada tahap penunjukan ketua umum dan jajaran pejabat harian. Sementara rekomendasi calon bupati atau wakil bupati baru dirumuskan dalam rapat kerja (raker). "Namun kapan akan berlangsung belum diketahui, menunggu seluruh pengurus lengkap," ungkapnya.

Terkait dengan rencana awal Bambang Sutrisno yang berniat maju lewat jalur independen dan mulai mengumpulkan KTP pendukung. Rencana itu juga disambut beberapa bakal calon lain yang menyatakan ingin bergabung. 

"Tapi karena keluarga tetap tidak menginginkan keluar dari Golkar dan menunggu penugasan partai, yang waktunya juga belum bisa dipastikan, maka agar tidak membebani hak bakal calon lain, Pak Bambang menyatakan sementara mundur," terangnya.

Menurutnya, faktor keluarga menjadi pertimbangan karena ada kekhawatiran istri dan anak tidak bisa mendampingi secara penuh lantaran kesibukan mereka, ketika Bambang terpilih menjadi Bupati Purworejo. "Bambang Sutrisno itu orangnya tidak mau setengah-setengah, kalau kelak jadi, ya harus secara penuh tinggal di Purworejo melayani masyarakat," paparnya.

Meski demikian, keputusan itu tetap bersifat sementara. Bambang, kata Arie, tetap bergerak mengumpulkan dukungan masyarakat dan menunggu adanya rekomendasi partai. Rekomendasi itu dapat berbentuk penunjukan sebagai calon bupati Purworejo atau penugasan di partai lain, dengan catatan tetap sebagai kader Golkar.  "Apabila partai melihat potensi dukungan masyarakat yang luar biasa untuk Bambang Sutrisno, sehingga turun rekomendasi, maka beliau siap menjalankan tugas," tegasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI