Bandingkan Rokok Lebih berbahaya dari Covid-19, Pernyataan Jubir GTPP Diprotes

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) memprotes pernyataan juru bicara pemerintah untuk COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro yang menyatakan bahaya merokok jauh lebih parah dibanding COVID-19.

Ketua umum DPN APTI Agus Parmuji mengatakan penyampaian dokter Reisa di media (12/6/2020) bahwa faktor resiko kematian akibat rokok lebih berbahaya dari pada Covid-19 mengandung makna bersayap.

Menurut Agus Parmuji, pernyataan Reisa sama saja mengaburkan konsentrasi masyarakat tentang upaya untuk mencegah penularan virus corona. Dan juga melemahkan program Pemerintah tentang program penanaman kesadaran pribadi berkaitan dengan protokol kesehatan. ” Pernyataan dr Reisa bahkan cenderung berdampak melawan terhadap gencarnya sosialisasi pemerintah,” tegas Agus Parmuji, Senin (15/06).

Dia mengatakan dr Reisa wajib belajar filosofi orang Jawa tentang “Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka” yang berarti jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

“Artinya anda salah arah dalam mendalami ilmu penanganan Covid-19 yang mana malah membenturkan dengan resiko bahaya yang lain tanpa informasi pengelompokan atau mitigasi bahaya yang jelas dan dampak yang jelas,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI