Bank Bapas 69 Terus Berbenah untuk Berikan Karya Terbaiknya

MAGELANG, KRJOGJA.com – PD BPR Bank Bapas 69 (Bank Bapas 69) Magelang diminta Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP untuk terus berbenah diri dan terus memberikan karya terbaiknya kepada masyarakat Kabupaten Magelang. Di tengah-tengah kompetisi global yang luar biasa saat ini, persaingan kompetitif di tingkat perbankan juga sangat ketat, Bank Bapas 69 Magelang dapat terus berupaya untuk dapat mengikuti perubahan-perubahan itu sehingga mampu sejajar dengan BPR-BPR lainnya, bahkan mampu menjadi BPR terbaik nomor 1 di Indonesia dengan aset di atas Rp 1 trilyun. 

Hal ini disampaikan Bupati Magelang di forum pembinaan perangkat desa yang dilaksanakan di Bank Bapas 69 Magelang, Senin (30/9/2019). Dalam kegiatan pembinaan ini Bank Bapas 69 Magelang juga berbagi dengan perangkat desa dan camat. 

Di tahun 2007 lalu dimulai kerjasama antara Bank Bapas 69 Magelang dengan seluruh jajaran Pemerintah Desa se Kabupaten Magelang, dan ini bisa berlangsung dengan baik serta lancar. Berkat kerjasama ini PD BPR Bank Bapas 69 Magelang (Bank Bapas 69) menjadi terbaik nomor 1 se Indonesia. 

"Dari bentuk dan kerjasama ini Bank Bapas 69 Magelang juga harus terus berbenah diri dan terus memberikan karya terbaiknya kepada masyarakat Kabupaten Magelang," kata Bupati Magelang. 

Dikatakan, Bank Bapas 69 Magelang ini didirikan untuk membantu pertumbuhan ekonomi, khususnya di lingkungan masyarakat Kabupaten Magelang, dan juga untuk membantu mewujudkan kesejahteraan serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Magelang. Senin kemarin Bank Bapas 69 Magelang mewujudkan apa yang menjadi tujuan para pendiri Bank Bapas 69 Magelang dengan mengungkapkan rasa terima kasihnya yang telah bersama-sama membangun Kabupaten Magelang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Direktur Utama Bank Bapas 69 Magelang Teguh Wiharso SPd SE Akt diantaranya mengatakan perkembangan Bank Bapas 69 hingga akhir Bulan Agustus 2019 lalu total aktivanya sebesar Rp 1 trilyun lebih. Total kredit yang ada di tangah masyarakat atau nasabah sekitar Rp 827 milyar.

Dana pihak ketiga Rp 823 milyar, yang terdiri deposito Rp 306 milyar dan tabungan Rp 517 milyar. Dari tabungan Rp 517 milyar ini, saat ini tabungan desa per 31 Agustus masih ada saldo Rp 69 milyar yang belum dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur. Tabungan para perangkat desa, yang jumlahnya sekitar 4.300 perangkat desa, masih ada sekitar Rp 19,8 milyar. Kerjasama Bank Bapas 69 dengan perangkat desa dimulai sejak tahun 2007, dan hingga saat ini sudah berjalan 12 tahun. Perjalanan kerjasama ini berjalan lancar.(Tha)

BERITA REKOMENDASI