Bantuan Air Banyak yang Terbuang, Kok Bisa?

PURWOREJO, KRJOGJA.com –  Kepala pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Drs Sutrisno MSi berharap, warga masyarakat yang setiap musim kemarau selalu dilanda kesulitan air bersih, agar menyediakan tempat air secara permanen. Tempat ini dimaksudkan untuk menampung bantuan air bersih sehingga tidak banyak yang terbuang.

“Selama ini masih banyak warga yang tinggal di daerah kekeringan yang hanya sekedar menggunakan derigen atau tempat air seadanya. Akibatnya banyak bantuan air yang terbuang saat dituang,” kata Sutrisno, Sabtu (7/9).

Selama ini katanya, masyarakat yang tinggal di daerah kesulitan air bersih, saat menerima bantuan air yang didroping dari BPBD, banyak yang sekedar menggunakan ember, derigen, bak plastik tempat cucian atau tempat air lainnya yang sifatnya sementara. “Disamping banyak air yang terbuang, juga waktu pendistribusiannya cukup memakan waktu,” tambahnya.

Selama musim kemarau ini lanjut Sutrisno, banyak warga masyarakat yang tinggal di desa membutuhkan bantuan air bersih. BPBD pun sejak memasuki awal kemarau sudah mendistribusikan bantuan ke berbagai pelosok. Ada sekitar 11 dari 16 kecamatan di 68 desa yang mengajukan bantuan air bersih. “Bagi desa yang menyediakan bak umum, kami hanya memasok ke satu atau beberapa titik sehingga warga tinggal menyalurkan dari bak penampungan ke rumah masing-masing,” tambahnya.

Namun Sutrisno juga menyayangkan ada sebagaian warga yang sudah dibantu tendon air, namun ketika musim penghujan tidak dirawat,
akibatnya ketika akan dibutuhkan, kondisinya sudah rusak. (Nar)

BERITA REKOMENDASI