Bantuan Alsintan, Dukung Perkuatan Pangan Masa Pandemi

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Bantuan alat dan mesin pertanian pada petani dimaksudkan untuk mendukung penguatan pangan pada masa Pandemi Covid-19. Petani dapat mempercepat penggarapan lahan dan mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan kuantitas terbaik untuk mencapai kedaulatan pangan.

“Alsintan untuk meningkatkan kualitas pembangunan pertanian untuk kedaulatan pangan yang menjadi prioritas pemerintah, terutama pada masa Pandemi Covid-19,” kata Bupati Temanggung Al Khadziq pada penyerahan bantuan alsintan kepada kelompok tani, Selasa (22/09/2020).

Alsintan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Tahun 2020 terdiri dari 14 macam mesin sebanyak 59 unit, selain itu juga bersumber dari APBN 2020 yang terdiri dari 10 macam mesin sebanyak 56 unit.

Al Khadziq mengatakan kedaulatan pangan dikatakan berhasil jika memenuhi parameter, terpenuhinya kebutuhan pangan hasil produksi dalam negeri, kebijakan pangan dapat diatur secara mandiri, dan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian terlindungi dan kesejahteraanya terjamin.

Dia mengatakan di Kabupaten Temanggung, meski pandemi Covid-19 telah banyak berdampak minus pada banyak sektor, namun sektor pertanian masih mengalami pertumbuhan plus walaupun rendah.

Dikatakan menjadi kewajiban pemerintah untuk mendukung ketersediaan sarana pertanian terutama alat dan mesin pertanian, serta adanya sarana pembinaan dan pengembangan pengelolaan alat dan mesin pertanian. Pengelolaan alat dan mesin pertanian diharapkan dapat melibatkan kaum muda untuk terjun di bidang pertanian sekaligus untuk mengurangi permasalahan ketersediaan tenaga kerja.

Dia berharap bantuan alsintan dapat memudahkan para petani pada pelaksanaan budidaya pertanian melalui sentuhan teknologi sehingga lebih efektif dan efisien.

“Pemerintah meminta kepada petani untuk terus berinovasi dalam menanam komoditas pertanian yang diminati pasar, seperti jagung atau palawija lainnya sehingga petani dapat menikmati hasilnya,” kata dia sembari berharap petani tidak tergantung pada pupuk bersubsidi, namun dapat beralih menggunakan pupuk organik yang tersedia di pasaran. (Osy)

BERITA REKOMENDASI