Bantuan Beras dari Kemensos di Kota Magelang Mulai Diserahkan

Editor: Ary B Prass

MAGELANG, KRJOGJA.com – Diluncurkan atau dilaunching bantuan beras dari Kementerian Sosial RI, bekerjasama dengan Perum Bulog, pada saat pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Magelang. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Pengabdian rumah dinas Walikota Magelang, Senin (19/7/2021).
Kegiatan ini dihadiri Walikota Magelang dr HM Nur Aziz SpPD, Wakil Walikota Magelang Drs HM Mansyur MPd, Sekretaris Daerah Kota Magelang Drs Joko Budiyono MM, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Yogyakarta Juaheni, Pemimpin Cabang Perum Bulog Medu Meizarani, Kepala Kantor Pos Magelang, Kasdim 0705/Magelang Mayor Inf Sudarno maupun lainnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Magelang Dra Wulandari Wahyuningsih mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini diantaranya untuk memantapkan kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat pada saat PPKM, meringankan beban masyarakat akibat tekanan ekonomi di saat pandemi Covid-19 dengan memberikan bantuan pangan pokok berupa beras, serta menumbuhkan kepedulian bersama, kesetiakawanan bersama, mengatasi pandemi.
Sasaran penerima untuk kuota PKH 3.386 KPM, dan kuota BST 7.738 KPM. Untuk setiap kelurahan bervariasi jumlah PKM dan BST-nya. Secara simbolis di Pendopo Pengabdian rumah dinas Walikota Magelang, Senin, diterimakan kepada 17 KPM yang mewakili 17 kelurahan di Kota Magelang.
Untuk setiap KPM menerima beras dari Bulog 10 Kg atau 2 bungkus, karena setiap bungkusnya berat 5 Kg. Transporter yang sudah disiapkan Bulog nantinya diharapkan dapat mengirim beras langsung ke alamat, dan jangan sampai menimbulkan kerumunan. Realisasinya mohon dilaporkan kepada Walikota Magelang.
Walikota Magelang di forum ini mengatakan, bantuan ini menjadi salah satu pelindung atau perisai diri dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, karena pemberian dari pemerintah kepada warganya itu merupakan salah satu cara bagaimana membendungnya.
“Kami harap bantuan yang diterima ini tidak dinikmati sendiri. Kalau ada tetangga atau saudara yang belum memperoleh bantuan, padahal mereka juga membutuhkan, penerima juga dapat mengulurkan tangannya untuk ikut membantu sebagai wakil dari pemerintah.  Pemerintah juga memiliki kelemahan, sebab tidak semua warganya yang kurang, juga tercatat,” katanya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI