Banyak Cagar Budaya Terserak, Masyarakat Diedukasi

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo terus mengedukasi masyarakat untuk mau peduli dan merawat benda cagar budaya yang ada di sekitar mereka. Sebagian besar bersejarah itu terserak di berbagai tempat terbuka dan belum semuanya bisa disimpan di Museum Tosan Aji Purworejo.

Upaya edukasi itu dilakukan dengan menggelar rangkaian kegiatan seminar bertema pelestarian cagar budaya di aula Museum Tosan Aji Purworejo. “Kami selenggarakan satu kali sosialisasi dan empat kali seminar tentang cagar budaya. Kegiatan diselenggarakan dengan mengundang peserta dalam jumlah terbatas, dikombinasikan dengan sistem daring,” ungkap Kepala Dinparbud Purworejo Agung Wibowo AP menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Rabu (18/11/2020).

Seminar menghadirkan sejumlah pakar yang ahli dalam bidang sejarah dan pelestarian benda cagar budaya. Mereka membahas berbagai potensi benda bersejarah di Purworejo, persoalan yang dihadapi, serta solusi pelestariannya.

Menariknya, kata Agung, sebagian besar peserta seminar adalah masyarakat umum yang ingin mengetahui potensi cagar budaya Kabupaten Purworejo. Kondisi itu berbeda dengan seminar serupa yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, di mana kebanyakan peserta adalah perwakilan sekolah.

Agung menilai fenomena itu adalah sinyal positif dalam upaya edukasi pelestarian cagar budaya. “Ini tren baru yang membanggakan dan jadi bukti semakin tingginya minat masyarakat terhadap cagar budaya Purworejo. Pada seminar sekarang, begitu poster digital diviralkan, kuota maksimal 40 peserta untuk hadir di seminar secara langsung, terpenuhi dalam beberapa jam saja,” terangnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinparbud Agung Pranoto menambahkan, seminar diselenggarakan untuk memberi pemahaman kepada publik bahwa ada cagar budaya wajib dilindungi dan tidak boleh dirusak. Museum belum bisa menampung seluruh cagar budaya.

“Misalnya situs Watu Gajah di Desa Mudalrejo Loano, tidak mungkin dipindah ke museum. Saat ini masih banyak yang terserak di lingkungan sekitar permukiman dan harapan kami warga mau peduli merawatnya, atau setidaknya dibiarkan saja dan jangan dirusak,” tegasnya.

Dikatakan, museum juga terbuka apabila ada masyarakat yang hendak menghibahkan cagar budaya yang mereka miliki. Benda tersebut aka dirawat petugas dengan cara yang benar dan menjadi koleksi Museum Tosan Aji.

Belum lama ini, katanya, museum menerima hibah empat keris, satu tombak, dan satu kujang dari dua warga Purworejo. Mereka menyerahkan benda yang diduga dibuat pada masa Kerajaan Pajajaran itu untuk dirawat dan menjadi koleksi museum.

“Biasanya pemilik kesulitan merawat atau memang sudah ingin melepas benda koleksi itu. Museum menerima dan akan menjadikannya koleksi, sedangkan warga yang menghibahkan diberi sertifikat,” paparnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI