Banyak Dikeluhkan, Pasien Gangguan Jiwa Kesulitan Akses BPJS

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Para pasien gangguan kesehatan jiwa yang dirawat di RSUD Dr Tjitrowardojo Kabupaten Purworejo kesulitan mengakses BPJS kesehatan. Menyusul berpindahnya bangsal perawatan yang menempati gedung sendiri.

“Selama ini para pasien jiwa bisa mengakses BPJS karena menempati bangsal besama pasien umum. Namun setelah menempati bangsal sendiri, BPJS tidak bersedia mengakomodir dengan alasan ruang perawatan belum dilaporkan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo drg Nanci Megawati MM di sela-sela penandatanganan naskah kerjasama bidang hukum perdata dan tata usaha negara dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purworejo Alex Rahman SH di aula RSUD setempat, Jumat (29/6/2018).

Nancy Megawati didampingi Plt Wadir Bidang Pelayanan RSUD Dr Tjitrowardojo dr Eko Siswato menjelaskan, sebelumnya para pasien jiwa yang menjalani rawat inap ditempatkan pada bangsa umum, namun karena dinilai dapat menggagu kenyamanan pasien lain akhirnya ditempatkan pada bangsal khusus untuk perawatan pasien jiwa. “Tapi repotnya klaim BPJS tidak bisa meskipun yang bersangkutan mengantongi kartu BPJS,” katanya seraya menambahkan, untuk perawatan pasien jiwa ini setiap bulan rata-rata mencapai Rp 130 juta, dan 18 tempat perawatan selalu penuh.

Sementara dalam kerjasama dengan Kejari ini menurut Nancy Megawati merupakan bentuk implementasi dari kerjasama yang telah dilakukan antara Pemkab Purworejo dengan Kejari terkait kerjasama bidang hukum perdata dan tata usaha negara. “Ini sekaligus sebagai wujud kesepahaman para pihak dalam penyelesaian masalah di bidang hukum perdata dan tata usaha negara yang timbul di RSUD Dr Tjotrowardojo,” jelasnya. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI