Banyak Mahasiswa UM Magelang Memilih Tidak Pulang

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Dampak penyebaran Virus Corona atau Covid-19, hingga saat ini masih ada beberapa mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Magelang memilih tidak pulang ke rumah masing-masing. Mereka tidak hanya dari wilayah Provinsi Jawa Tengah, tetapi ada juga dari wilayah Sumatera maupun Papua. Mereka sudah memberitahu orangtua maupun keluarganya.

Jajaran Polres Magelang Kota, dipimpin Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan SIK MM CFE, melakukan kegiatan penyerahan bantuan kepada mahasiswa yang terkena dampak Covid-19, Rabu (22/4/2020). Kegiatan yang dilaksanakan di 3 kampus perguruan tinggi di Kota Magelang (Universitas Tidar, STIMIK BIna Patria dan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang) ini juga dihadiri dan ikut menyerahkan bantuan secara simbolis tim Supervisi Polda Jateng untuk Operasi Aman Nusa terkait dampak Covid-19 yang sedang melakukan kunjungan ke Kota Magelang, yaitu Kabid Laboratorium Forensik Polda Jateng Kombes Pol Wahyu Marsudi SSI MSi dan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jateng Kombes Pol dr I Gusti Gede M Andika J Sp Rad MKes.

Wakil Rektor 1 UM Magelang Prof Dr Purwati MKons dalam acara penyerahan bantuan di halaman Kampus 1 UM Magelang diantaranya mengatakan Sejak Bulan Maret 2020 lalu semua kegiatan yang melibatkan atau menghadirkan banyak orang sudah diantisipasi, mulai dari kegiatan pembelajaran yang sudah hampir 1 bulan ini dilakukan secara online atau daring, beberapa kegiatan seremonial dibatalkan, termasuk wisuda, seminar nasional maupun regional dipending hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Berkaitan dengan Covid-19 ini, lanjut Prof Purwati, UM Magelang sudah melakukan banyak hal berkaitan dengan pengabdian, baik pengabdian berupa pembagian hand sanitizer, sembako kepada masyarakat yang terdampak maupun pengabdian yang bersifat psikologis berupa konsultasi secara online. Karena keberadaan UM Magelang merupakan bagian dari masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang, sangat peduli terkait dengan dampak Covid-19 ini.

Dibenarkan, ada sebagian mahasiswa UM Magelang yang tidak pulang ke rumah masing-masing. Bersyukur mereka aman-aman saja, meskipun mungkid diantara mereka yang rindu dengan orangtua maupun keluarga. Karena itu diucapkan terima kasih atensi dan bantuan yang diberikan serta bermanfaat. Diperoleh informasi dari Humas UM Magelang, paket sembako yang diberikan diantaranya terdiri dari ember kran, sabun cuci tangan, 15 kardus mi instan dan 1,5 kwintal beras, yang diterima Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Magelang.

Sebelumnya Rektor Untidar Prof Dr Ir Mukh Arifin MSc di forum penyerahan bantuan di depan Gedung Rektorat Untidar diantaranya mengatakan di tahun 2020 ini jumlah mahasiswa yang aktif sekitar 6.400 dan berasal hampir dari seluruh provinsi di Indonesia. “Sejak berubah menjadi negeri, animo calon mahasiswa yang mendaftar di Untidar naik pesat,” katanya. Setelah ada Covid-19 ini, kegiatan akademik di Untidar diubah dengan pola belajar dari rumah. Bagi mahasiswa yang tidak memungkin pulang ke rumah masing-masing, tetap dipersilahkan tinggal di Magelang.

Ada mahasiswa yang masih tinggal di tempat kos, dan ada diantaranya yang mengalami kesulitan-kesulitan, serta sudah dicoba untuk dibantu diatasi. Adanya inisiatif atau bantuan dari Polres Magelang Kota ini disambut dengan baik, diharapkan bantuan ini dapat memberikan solusi bagi mahasiswa yang dalam waktu-waktu seperti ini banyak memperoleh hambatan atau kendala. (Tha)

 

BERITA REKOMENDASI