Barang Bawaan Peserta Aksi 212 Bakal Diperiksa

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Kepolisian Resort Temanggung tetep menghimbau pada warga di kabupaten tersebut untuk tidak ikut pada aksi super damai 2 Desember (ASD 212) di Monas Jakarta, mendatang, kendati kepolisian telah membolehkan digelarnya acara itu.

"Kami menghimbau warga untuk tetap di Temanggung, walaupun ikut aksi itu diperbolehkan," kata Kapolres Temanggung, AKBP Wahyu Wim Hardjanto di mapolres setempat, Selasa (29/11/2016).

Dia mengatakan pada warga yang akan ikut aksi itu sebaiknya terorganisir dan memberitahukan pada kepolisian, yakni siapa penanggung jawab, koordinator lapangan, dan berapa orang yang ikut termasuk identitasnya. Hal itu penting, jika terjadi sesuatu di perjalanan atau saat aksi, dapat segera dilacak dan memberitahukan pada keluarga.

Sebelum berangkat, terangnya, kepolisian akan melakukan pemeriksaan barang bawaan dan mendata yang berangkat, ini untuk memastikan barang bawaan tidak ada senjata tajam dan bahan peledak atau barang berbahaya. Sesuai aturan tidak diperbolehkan saat aksi membawa barang berbahaya.

Kepolisian akan memeriksa kembali di perbatasan yakni sekitar di Candiroto untuk memastikan tidak ada penyusup di rombongan dan menaikkan barang bawaan yang berbahaya. "Peserta aksi demo dari luar daerah juga akan diperiksa. Ini penting sehingga aksi di Jakarta benar-benar super damai tidak ada sajam," katanya.

Dikatakan, di perbatasan Temanggung dan Wonosobo, akan dilakukan pemeriksaan di Kledung oleh Polres Wonosobo. Wilayah perbatasan Temanggung-Semarang oleh Polres Semarang, di wilayah Pringsurat, sedang perbatasan dengan Polres Magelang akan diperiksa di sekitar Secang.

Sejauh ini, katanya, ormas yang diperkirakan akan berangkat, yakni dari Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Pemuda Kabah (GPK). Hanya saja sejauh ini belum ada yang terkonfirmasi. Pada aksi 4/11 warga yang berangkat naik 6 bus.

Wahyu  mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momen unjuk rasa 2 Desember sebagai media untuk memecah belah keutuhan NKRI. Peserta demo diminta untuk taat hukum pada kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 sampai pukul 13.00 WIB.

"Kami minta peserta benar-benar ikuti aksi super damai dan jangan berbuat anarkis. Mereka di Jakarta membawa nama besar Temanggung sehingga harus berkegiatan yang positif," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI