Batalyon 412 Simulasi Pembebasan Sandera Teroris

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Batalyon Infanteri Mekanis 412 Bharata Eka Sakti (BES) Kostrad menggelar simulasi pembebasan sandera teroris di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (22/12/2020). Dalam simulasi itu diceritakan jika Bupati Purworejo Agus Bastian, didampingi Sekda Said Romadon dan sejumlah pejabat disandera kelompok teroris saat menggelar rapat koordinasi.

Sebanyak 85 pasukan batalyon terlibat berperan sebagai kelompok teroris dan satuan penanggulangan teror. Simulasi dipimpin Komandan Brigade Infanteri Mekanis Raider 6 Kostrad Letkol Inf Dody Triyo Hadi SSos MSi.

Danyon Mekanis Raider 412 BES Kostrad Mayor Inf Mochammad Renaldy Herbowo mengatakan, simulasi diawali dengan kedatangan gerombolan teroris bersenjata api yang masuk ke dalam kompleks pendopo dan menyandera bupati dan sejumlah pejabat. “Kelompok ini diskenariokan mengancam keselamatan bupati dan meminta tebusan kepada gubernur,” katanya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Tidak berselang lama, satuan Yonif Mekanis Raider 412 BES Kostrad datang dengan satu helikopter dan empat kendaraan yang dipersenjatai. Tim melakukan operasi penyelamatan dengan cepat dan berhasil menggagalkan penyanderaan dengan menembak mati para teroris. Bupati dan Sekda Purworejo dibawa ke markas batalyon. “Skenario dalam simulasi ini tidak dikabarkan secara luas, hanya diketahui oleh Bupati Purworejo saja,” ucapnya.

Sementara itu, Letkol Inf Dody Triyo Hadi SSos MSi mengemukakan, taktik penyelamatan sandera teroris menjadi salah satu kemampuan yang dimiliki satuan raider. Dalam aksi penyelamatan itu, pasukan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu menit.

Menurutnya, simulasi menjadi puncak latihan pemantapan raider yang dilakukan satuan. “Sekarang kesempatan yang baik untuk meningkatkan kemampuan anggota, dilihat dari koordinasi, dan dukungan peralatan terbaru dan modern, mulai persenjataan hingga helikopter. Terakhir satuan latihan menggunakan helikopter tahun 2017,” tuturnya.

Penyelamatan, lanjutnya, berlangsung cepat dan efektif. “Kami punya moto senyap, tepat, cepat, lalu melakukan pemetaan menentukan titik-titik penyelamatan dan pengamanan, sehingga sandera dapat dibebaskan kurang dari satu menit,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI