Batik Borobudur Jadi Cinderamata Untuk PM Singapura

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRjogja.com) – Batik karya Nuryanto, warga Dusun Djowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, terbang ke Singapura. Tidak main-main, batiknya tersebut menjadi cinderamata Presiden RI Joko Widodo untuk Perdana Menteri (PM) Singapura Mrs Ho Ching yang tengah berkunjung ke Kabupaten Kendal di PT Tat Wai Factory di Kawasan Industri Kendal Park By The Bay, Senin (14/11/2016).

 

Diakui mantan pemuda pelopor terbaik II tingkat Jawa Tengah tahun 2008 bidang kewirausahaan itu, sebenarnya pola batik karyanya cukup sederhana. Ia hanya mengkombinasikan warna merah putih seperti warna bendera Indonesia dan Singapura dengan Daun Bodhi dan Logo Singapura. Namun ia tidak pernah menyangka batik karyanya itu akan menjadi cinderamata seorang PM negara tetangga. “Ini merupakan penghargaan bagi saya khususnya, dan secara umum masyarakat Kabupaten Magelang dan Jawa Tengah,” ungkapnya, bangga.

Diceritakan Nuryanto yang pada tahun 2013 lalu menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo atas perannya sebagai stakeholder pariwisata kelompok UMKM dalam rangka mendukung secara aktif pelaksanaan Visit Jateng 2013 lalu itu, awalnya ia didatangi seseorang dari Jakarta untuk membuat batik yang berhubungan dengan Candi Borobudur dan Logo Negara Singapura. Ia tidak menyangka, dari polanya di sebuah kain itu, menarik minatnya yang ternyata utusan Presiden Jokowi tersebut. “Ini berkah. Terus terang saya pribadi tidak menyangka batik ini akan menjadi cinderamata untuk seorang perdana menteri,” katanya.

Nuryanto yang juga pemilik sekaligus pendiri Galeri Lidia Art ini, bagi masyarakat Kabupaten Magelang dikenal sebagai salah satu penggiat pariwisata. Namun pada awalnya, ia lebih dikenal sebagai seorang pengrajin yang sering memanfaatkan bahan-bahan limbah. Mulai dari kaleng bekas, kayu limbah furnitur hingga abu vulkanik sisa erupsi Gunung Merapi dan Kelud. Sejumlah karyanya, sering menjadi cinderamata sejumlah daerah. Bahkan sebuah karyanya memanfaatkan sisa abu vulkanik Erupsi Gunung Merapi 2010 lalu, jadi prasasti di Candi Borobudur. (Bag)

BERITA REKOMENDASI